20 panduan persiapan mendaki gunung bagi pemula

Bagi anda yang ingin memulai atau menggeluti hobi mendaki gunung, seringkali akan merasa kesulitan mengenai persiapan-persiapan apa yang harus dilakukan untuk mendaki sebuah gunung. Seringkali didapati seorang pendaki pemula, nekat mendaki gunung tanpa disertai dengan peralatan yang memadai serta  pengetahuan yang minim baik itu pengetahuan tentang survival life maupun informasi tentang gunung yang akan didakinya tersebut. Sebagai contoh seorang pendaki naik gunung akan melakukan pendakian dengan tidak membawa tenda serta peralatan lainnya yang dapat digunakan menjadi bivak, ibarat siput berjalan tanpa menggunakan cangkangnya, resiko udara dingin serta badai dapat mengancam diri para pendaki. Meskipun anda melakukan pendakian pada musim kemarau, dengan anda membawa tenda atau dome, anda dapat terlindungi dari sengatan sinar matahari ketika siang hari serta terlindungi dari udara dingin pada malam hari. Mendaki gunung tidak bisa disamakan dengan bila kita mengunjungi suatu tempat rekreasi alam. Mendaki gunung adalah suatu kegiatan yang mempunyai resiko, setidaknya ada 12 bahaya mendaki gunung yang harus diketahui oleh pendaki.

panduan persiapan mendaki gunung bagi pemula


Persiapan-persiapan untuk mendaki gunung dapat dibagi menjadi beberapa point. Meskipun di awal saya memberikan judul persiapan untuk pendaki pemula, namun bagi yang sudah sering melakukan pendakian, tetap tidak boleh menyepelekan dengan tidak melakukan persiapan yang cukup untuk melakukan pendakian, berikut ini tipsnya, Persiapan mendaki gunung bagi pemula:

Lakukan persiapan fisik minimal seminggu sebelum kamu melakukan pendakian

Persiapan fisik ini bisa dengan cara berolahraga, olahraga disini bisa berupa lari-lari setiap pagi, berenang dan masih ada banyak olahraga yang dapat kamu lakukan sebelum melakukan pendakian. Mengapa perlu latihan fisik terlebih dahulu? saat mendaki gunung, kita akan menghadapi track yang menanjak, track yang menanjak serta udara dingin yang minim kandungan oksigen tentu akan berefek pada tubuh kita. Pernafasan kita semakin cepat, mudah lelah serta mudah terasa nyeri terutama bagian lutut dan bahu. Dengan latihan fisik seperti lari pagi dapat melatih tubuh kita terutama bagian lutut serta otot pernafasan sehingga ketika saat pendakian, kita tidak mudah kelelahan karena ritme pernafasan kita sudah terlatih berkat latihan fisik yang kita lakukan jauh jauh hari sebelumnya.

olahraga sebelum mendaki gunung


Bagi anda yang tidak sempat keluar rumah untuk sekedar berolahraga ada beberapa latihan fisik di dalam ruangan yang bisa anda coba misalkan treadmill, ataupun skepping untuk melatih otot bagian lutut. Namun pada saat mendekati hari dimana anda akan melakukan pendakian, sebaiknya anda tidak perlu berlelah-lelah melakukan persiapan ini. Lebih baik menyimpan tenaga untuk persiapan melakukan perjalanan, agar saat sampai tiba di pos pendakian anda tidak akan merasa kelelahan.

  

Tentukan gunung yang akan di daki kapan serta carilah informasi sebanyak-banyaknya  

Anda dapat menentukan gunung mana yang akan didaki. Pertimbangkanlah pula medan yang akan dilalui. Bagi anda yang baru memulai pendakian, sebaiknya tidak melakukan pendakian pada gunung yang mempunyai medan yang sulit seperti gunung Raung, serta gunung yang memiliki waktu dan jarak tempuh yang lama untuk mencapai puncaknya seperti gunung Semeru di Jawa Timur. Anda juga dapat mencari referensi gunung yag memiliki medan yang tidak terlalu sulit dan memiliki akomodasi yang mudah.



Persiapkanlah atau carilah juga  informasi, gunung tujuan, apakah  gunung tujuan anda mengalami penutupan jalur pendakian atau tidak. Selain mencari tahu tentang medan di gunung tersebut, sebaiknya anda juga mancari tahu apakah gunung tersebut mempunyai sumber mata air yang bisa kita manfaatkan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila persediaan air kita habis ketika kita melakukan perjalanan.

Waktu pelaksanaan pendakian juga harus anda perhitungkan, apakah anda akan mendaki pada musim kemarau atau melakukan pendakian pada musim penghujan. Melakukan pendakian pada musim penghujan akan lebih beresiko dibandingkan dengan melakukan pendakian pada musim kemarau. Bahaya akan adanya cuaca buruk, badai, petir serta bahaya lainnya saat mendaki gunung dapat anda pertimbangkan sebelum memutuskan kapan waktu pendakian.

Carilah teman untuk mendaki

Khusus untuk pendaki pemula, sebaiknya anda tidak melakukan pendakian seorang diri ( solo hiking ) dan sebaiknya anda mengajak serta ikut tergabung pada kelompok yang beranggotakan orang-orang yang sudah berpengalaman. Kenapa demikian? meskipun secara materi, pengetahuan, serta teknik, anda sudah menguasai, namun pengalaman atau tindakan yang riel akan jauh lebih penting dan bermanfaat. Idealnya satu kelompok terdiri dari minimal 3 atau 4 orang. Karena bila ada satu orang yang sakit atau cidera, ada anggota yang stay bersama anggota yang sakit sedangkan anggota lainnya dapat turun untuk meminta bantuan.



Bila anda kesulitan mencari rekan untuk mendaki, anda dapat ikut serta dalam komunitas-komunitas pendaki yang dapat kita temukan di media social ataupun kelompok pecinta alam di daerah tempat tinggal anda. Anda juga dapat mengikuti penmas yang diselenggarkan oleh kelompok pecinta alam lainnya, karena biasanya saat penmas akan banyak ikut serta, baik itu anggota yang senior ataupun anggota yang sama sekali belum pernah mendaki gunung keuntungan lainnya adalah anda mendapatkan rekan pemula selama perjalanan.

Persiapkan peralatan pendakianmu

Saatnya anda mempersiapkan peralatan pendakian. Peralatan seperti carrier, matras, sleeping bag serta peralatan untuk keperluan memasak tidaklah harus anda membelinya sekaligus. Jika ditotal peralatan tersebut akan menelan biaya hingga beberapa juta. Kecuali anda seorang anak orang kayah dan tidak terlalu mempermsalahkan dalam hal finasial. Saya sendiri pada awalnya memulai hobi mendaki gunung hanya mempunyai peralatan senter, jaket serta sandal gunung. Trus untuk carrier, matras tenda serta sleeping bagnya gimana? apa tidak bawa? Sebagai pendaki yang budiman, tentu saya membawa peralatan tersebut, namun dengan menyewa pada tempat penyewaan perlengkapan peralatan outdoor.



Hal ini dirasa sangat membantu. Namun memang sebaiknya kita tidak seterusnya bergantung pada penyewaan, untuk peralatan pribadi seperti carrier, matras serta sleeping bag, memang sebaiknya kita memilikinya sendiri, kecuali peralatan yang digunakan untuk berkelompok seperti dome atau tenda bisa kita menyewanya ditempat penyewaan. Untuk lebih jelasnya mengenai barang yang harus dibawa ketika mendaki gunung, anda dapat membacanya di 25 barang yang harus dibawa saat mendaki gunung.


Pastikan peralatan pendakianmu dalam kondisi siap pakai    

Setelah mempersiapkan peralatanmu, pastikan peralatan tersebut siap untuk digunakan, seperti senter sudah menyala, serta dalam kondisi baterainya penuh, dan ada baiknya anda juga mencoba tenda atau dome yang akan digunakan. Pengalaman admin menjumpai sekelompok pendaki, entah karena baru atau kenapa, mereka tidak bisa mendirikan dome tersebut. Lebih dari 15 menit mereka mengutak-atik dome yang mereka bawa dari bawah, setelah dibantu oleh pendaki yang baik hati (saya) tidak sampai 10 menit dome itu dapat berdiri dan mereka pun hidup bahagia.

Persiapan manajemen logistic

Soal logistic ini yang paling menarik, apa saja logistic atau makanan yang harus dibawa pada saat mendaki gunung? Untuk makanan yang harus dibawa saat mendaki gunung, prinsipnya bawalah makanan yang mengandung cukup kalori, cepat dalam memasaknya serta hindari makanan atau minuman yang mengandung alcohol. Anda dapat membawa mie instan, roti, sarden dan makanan kecil lainnya yang mengandung tinggi glucose seperti madu, kurma, permen serta coklat untuk memudahkan anda mencukupi asupan kalori. Mengapa demikian?. Karena glucose adalah zat yang paling mudah serta cepat dirubah menjadi sumber kalori bagi tubuh kita. Dengan makanan ringan tinggi kalori yang kita bawa maka akan memudahkan kita dalam mengkonsumsinya selama melakukan perjalanan tanpa harus berhenti dan membuka carrier, selain itu makanan ringan tersebut dapat dengan mudah kita simpan dalam saku jaket kita.



Nah selain bahan makanan tersebut, jangan lupa untuk mambawa air, bawalah air yang cukup, atau lebih amannya kamu bisa membawa lebih banyak untuk mengantisipasi perjalanan lebih lama dibandingkan dengan yang direncanakan. Semakin lama waktu tempuh atau semakin lama perjalanan tentu akan memerlukan lebih banyak air. Cari tahu pula gunung yang kamu daki apakah mempunyai sumber air yang bisa kamu manfaatkan atau tidak, sehingga ketika di perjalanan, kamu dapat mengisi persediaan air.

Persiapan dana jangan lupa ya..

Persiapan dana juga tidak kalah penting, tidak ingin khan acara pendakianmu berantakan gara-gara dana yang kurang. Dana tersebut  buat persediaanmu baik sewaktu perjalanan ataupun selama pendakian. Oya jangan selalu mengandalkan ATM selama perjalanan, karena biasanya kawasan gunung yang kita singgahi akan jauh dari fasilitas public. Lebih baik kamu menyediakan uang cas selama perjalanan.

Pilihlah transportasi yang sesuai

Kamu mempunyai beberapa alternatif dalam menggunakan transportasi, apakah ingin menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum. Jika daerah tujuanmu jauh dari tempat tinggal saya menyarankan menggunakan kendaraan umum, kenapa ? menggunakan kendaraan pribadi memang mempunyai beberapa kelebihan selain karena kita bebas menggunakan kendaraan tersebut tanpa harus menunggu juga dapat langsung menuju basecamp awal pendakian. Namun kendaraan pribadi juga mempunyai beberapa kelemahan, terutama saat kondisi pulang dari pendakian menuju ke rumah. Ketika melakukan perjalanan pulang, seringkali kita akan merasa sangat kecapekan, selain rasa capek juga disertai mengantuk. Mengendarai kendaraan pribadi dengan kondisi seperti ini akan sangat berbahaya. Pengalaman rekan saya harus operasi karena mengalami fracture humeri ( lengan atas ) rekan saya memaksakan diri melakukan perjalanan dengan motor ketika pulang dari pendakian, dia kurang beruntung karena mengalami kecelakaan ( jatuh sendiri ) menabrak pembatas jalan.

Dalam hal ini, admin tidak bermaksud menakut-nakuti rekan-rekan pembaca, namun berbagi pengalaman, sehingga rekan-rekan semua dapat mempertimbangkan transportasi yang sesuai untuk kelancaran kegiatan pendakian yang akan dilakukan

Beristirahatlah dulu sebelum melakukan pendakian


Setelah sampai di basecamp istirahatkan badanmu lebih dulu, jangan langsung melakukan pendakian. Selain untuk kembali memeriksa  peralatan pendakian serta barang-barang yang diperlukan, istirahat sebelum mendaki juga memberikan kesempatan bagi tubuh kita untukdapat menyesuaikan dengan udara di sekitarnya. Masih ingat bukan tentang Acute Montain sickness yang dulu sempat kita bahas sebelumnya? Jika belum pernah membaca, saya akan memberikan sedikit informasi, penyebab Acute Montain Sickness salah satunya adalah tubuh kita tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sekitar kita. Sehingga sapat menimbulkan pusing, mual, muntah dan gejala gejala acute mountain sickness lainnya. Meskipun di Indonesia jarang sekali ditemui kasus seperti ini, ada baiknya kita tetap memberikan waktu pada tubuh kita untuk menyesuaikan kondisi dengan lingkungan

Jadilah pendaki yang taat aturan dengan melakukan registrasi sebelum melakukan pendakian   

Dengan melakukan registrasi dan membayar retribusi dapat memabantu pihak pengelola untuk memantau berapa jumlah pendaki yang naik dan berapa yang sudah turun. Selain itu beberapa diantaranya juga melengkapi dengan fasilitas asuransi. Sehingga bilamana kita mengalami cidera saat melakukan pendakian, kita berhak memperoleh biaya pengobatan sesuai asuransi yang telah kita proses.

Jangan lupa untuk memberi kabar kepada orang tuamu dan meminta doa pada mereka

Kebiasaan saya setelah sampai di basecamp, sebelum memulai pendakian, saya memberi kabar terlebih dahulu kepada orang tua melalui pesan singkat. Ada baiknya kita memberitahu mereka bahwa mungkin untuk beberapa waktu tidak dapat memberi kabar (biasa di gunung susah sinyal ). Sehingga orang tua tidak akan cemas karena kita tidak member kabar. Jangan lupa juga ya minta doa kepada mereka supaya dalam perjalanan tidak ada kendala yang berarti dan dapat pulang dengan kondisi selamat

Sebelum melakukan pendakian pilihlah seorang leader 

Sebaiknya kamu memilih seorang leader yang sudah berpengalaman melakukan pendakian. Seorang leader harus kuat dan setidaknya mengetahui jalur pendakian. Bilamana belum mengetahui tentang jalur pendakian, kita bisa meminta peta terlebih dahulu serta meminta informasi lainnya dari petugas yang berada di basecamp. Carilah info yang sebanyak-banyaknya kepada pihak yang bersangkutan tentang medan apa saja yang akan dihadapi. Cari tahu juga tempat mana yang paling ideal untuk mendirikan tenda. Bila rekan membawa alat komunikasi HT atau Handphone, bisa mencatat terlebih dahulu nomor basecamp dan menyesuaikan frekuensi yang ada, sehingga bilamana sewaktu-waktu rekan-rekan memerlukan bantuan dari pihak basecamp dapat terhubung dengan mudah.



Anda sebaiknya juga membagi tugas untuk membawa barang bawaan,terutama peralatan yang digunakan untuk kelompok, misalnya tenda ( dome ) atau perlengkapan memasak. Jangan sampai ada yang merasa keberatan di awal pendakian. Untuk membawa peralatan tersebut juga dapat secara bergantian selama perjalanan.

Saatnya melakukan perjalanan…..  

Ketika melakukan perjalanan, nikmatilah perjalanan yang ada. Perjalanan awal memang akan terasa berat, bagi kamu yang pertama kali melakukan pendakian mungkin akan terasa keteteran di awal perjalanan ini, nafas yang sudah mulai tidak beraturan ditambah dengan track yang cukup menanjak akan membuatmu bertanya pada diri sendiri, “ di awal perjalanan saja sudah seperti ini, apa mungkin bisa sampai puncak?”. Beberapa rekan yang pertama kali saya ajak melakukan pendakian seringkali bertanya seperti itu, memang hal itu wajar terjadi. Perjalanan awal merupakan pemanasan bagi kita. Kita akan mendapatkan pola tersendiri, terutama soal mengatur nafas selama perjalanan.

Jangan malu untuk bilang “Break”

Selama berjalan kemampuan masing-masing orang tentunya akan berbeda, seringkali dijumpai beberapa anggota yang “malu” meminta berhenti sejenak untuk beristirahat. Janganlah anda memaksakan diri anda sendiri bilamana anda sudah tidak kuat berjalan. Istirahat sangat diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh serta kembali mengatur pernafasan kita. Anda dapat memanfaatkan waktu beristirahat untuk mencukupi kebutuhan cairan anda dengan minum air yang sudah anda bawa sebagai perbekalan. Selain itu anda juga dapat makan makanan ringan sebagai sumber kalori anda selama melakukan perjalanan. Anda dapat makan permen, coklat atau kurma, sehingga kebutuhan kalori anda dapat tercukupi.


Yang perlu diperhatikan pada waktu beristirahat, janganlah beristirahat terlalu lama, bilamana perjalanan masih terlalu jauh dan kondisi udara sangat dingin. Karena bilamana kita beristirahat dalam jangka waktu yang lama, kita akan merasakan kedinginan karena biasnya baju kita basah karena keringat. Dengan terus bergerak dapat meminimalkan kita terhadap udara dingin di sekitar kita.

Saling bergantian membawa barang bawaan

Barang-barang seperti barang untuk keperluan kelompok, seperti tenda ataupun barang untuk keperluan memasak dapat bergantian dalam membawanya, mengingat barang yang satu ini cukup berat bilamana membawanya dalam waktu yang cukup lama. Jika kamu merasa keberatan dengan carrier yang kamu bawa, kamu juga dapat meminta rekanmu untuk membawanya. Di dalam suatu kelompok harus ditanamkan sikap saling tolong menolong dan tidak boleh egois, karena di dalamnya berisikan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama.

Jagalah stamina untuk melakukan summit attack

Bagi kamu yang bermalam dan keesokan paginya mau melakukan summit attack, ada baiknya menjaga stamina dengan cukup beristirahat. Janganlah kamu begadang, karena begadang tiada artinya. Daripada begadang lebih baik tidur dan jangan lupa untuk menset alarm agar besoknya dapat berburu moment istimewa yakni melihat sunrise di puncak gunung yang kamu singgahi. Jangan lupa untuk melindungi tubuhmu dari dinginnya udara gunung dengan mengenakan jaket gunung serta sleeping bag selama beristirahat, gunakanlah pula kaus kaki serta penutup kepala. Pastikan pula barang-barangmu sudah kamu masukkan dan dekatkan dengan tempat dimana kamu tidur untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti pencurian ataupun dirusak oleh hewan-hewan di sekitar gunung yang kamu singgahi seperti babi hutan ataupun kera yang masih sering kita jumpai di kawasan gunung di Indonesia.  

 

Saatnya Summit attack


Bagi kamu yang mendirikan tenda jauh dibawah puncak dan hendak meninggalkan barang-barang seperti carrier dan lain-lain didalamnya, sebaiknya kamu membawa tas kecil yang berisikan air serta makanan ringan lainnya seperti kurma, madu ataupun makanan yang mengandung glucosa. Persiapkanlah  sarana dokumentasi, pastikan cameramu dalam kondisi full bateray, serta cukup memory untuk sekedar mengabadikan indahnya panorama di puncak gunung.

Dan tetap yang harus menjadi perhatian :

Tetap jaga kelestarian lingkungan dengan membawa sampahmu turun

Tidak perlu saya jelaskan alasannya, mengingat pembaca disini saya rasa cukup dewasa untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat mengotori kawasan gunung. Alangkah baiknya juga kita menyediakan tempat sampah atau kantung plastic besar untuk membawa serta sampah yang kita temui di perjalanan pulang. Langkah kecil ini jika dilakukan oleh banyak orang tentu akan sangat bermanfaat bagi kita semua tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk generasi kita di masa depan.

 

Tetap jaga kekompakan team atau kelompok

Dalam suatu pendakian tidak boleh ada sifat egois diantara anggota kelompok. Yang perlu kita pahami dalam suatu pendakian adalah bahwa puncak adalah bonus sedangkan keselamatan anggota adalah yang paling utama. Jangan hanya karena obsesi oleh seseorang sampai mengesampingkan keselamatan anggota lainnya. Janganlah memaksakan diri anda harus mencapai puncak bilamana fisik anda tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan ataupun cuaca buruk tidak memungkinkan anda untuk melakukan perjalanan. Sampai kapanpun kita tidak bisa melawan alam serta tidak bisa menaklukkan gunung, kita hanya bisa berdamai dengan keadaan, berdamai dengan ego kita masing-masing.

Jangan melanggar aturan serta batas aman


Beberapa kawasan gunung memiliki aturan bagi pendaki untuk tidak melanggar batas aman yang ditetapkan, meski demikian masih banyak pendaki yang nekad melanggar batas aman yang ditetapkan oleh pengelola. Kita semua tidak menginginkan adanya pendaki yang menjadi korban akibat perbuatannya sendiri dengan menghiraukan larangan-larangan yang telah ditetapkan. Jadilah pendaki yang taat aturan, demi keselamatan kita bersama 

Tambahan dari rekan-rekan pembaca

Itulah tadi tips mendaki bagi pemula, tentunya masih ada banyak sekali kekurangan yang perlu ditambahkan oleh rekan-rekan pembaca. Bila ada tambahan, rekan-rekan bisa menambahkan di kolom komentar yang telah disediakan

Selalu ingat

Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.  


salam

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "20 panduan persiapan mendaki gunung bagi pemula"

  1. Luar biasa persiapannya, sepertinya anda sudah terbiasa melakukan pendakian?

    ReplyDelete
  2. Artikel yang bermanfaat, jangan lupa berkunjung ke website kami.

    ReplyDelete
  3. kalau setiap gunung itu tingkat bahanya sama ndak ya ?
    pingin naik gunung

    ReplyDelete