25 tips mendaki gunung bagi wanita pemula, persiapan mendaki gunung bagi wanita pemula

Bagi kamu wanita yang suka akan kegiatan traveling, tidak ada salahnya mencoba salah satu kegiatan yang cukup menarik, kegiatan mengunjungi tempat-tempat yang indah di Indonesia, melihat betapa kayanya negeri ini dari atas ketinggian dan mengunjungi tempat dimana kamu dapat merasakan keheningan yang mungkin tidak bisa kamu rasakan di tempat lain. Kegiatan itu adalah mendaki gunung. Loh kenapa harus mendaki gunung? Ada beberapa alasan kenapa kamu harus mencoba mendaki gunung minimal sekali seumur hidupmu. Salah satu alasannya adalah, dengan mendaki gunung, kamu dapat mengetahui dirimu sendiri, kamu dapat melatih diri bukan hanya soal fisik saja namun juga soal sikap dan egomu. Dengan melewati track yang sulit, kamu dapat belajar bahwa hidup itu tidaklah mudah, diperlukan perjuangan yang keras untuk dapat meraih apa yang kita harapkan. Selain itu masih ada alasan lainnya tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

25 tips mendaki gunung bagi wanita pemula


Bagi kamu wanita yang ingin mendaki gunung untuk pertama kali, mungkin akan sedikit mengalami kesulitan mengenai persiapan apa yang yang harus dilakukan untuk mendaki gunung. Beberapa orang bahkan seringkali mengalami kekhawatiran ketika akan naik gunung, kekhawatiran itu diantaranya disebabkan karena : Takut akan kelelahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan, takut merepotkan rekan yang lain, takut akan tersesat dan masih ada beberapa kekawatiran lainnya. Hal tersebut adalah hal yang wajar, namun kamu tidak perlu khawatir, dengan persiapan yang tepat tentu perjalananmu akan berjalan dengan lancar. Persiapan-persiapan tersebut bisa berupa persiapan peralatan pendakian serta persiapan fisik seorang pendaki itu sendiri. Beberapa tips dari ruang pendaki akan membatumu menyiapkan perjalananmu, sehingga kegiatanmu berpetualang menggapai atap negeri ini dapat berjalan dengan lancar…mari kita baca bersama….

Tidak ingin keteteran di perjalanan, siapkan dirimu dengan olahraga secara teratur

Mendaki gunung adalah kegiatan yang penuh dengan tantangan. Medan yang sulit, cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu serta  minimnya kandungan oksigen di atas ketinggian harus kamu perhitungkan. Untuk dapat melalui medan yang sulit terutama medan yang menanjak kamu sebaiknya melakukan olahraga secara teratur, minimal seminggu sebelum melakukan pendakian. Dengan berolahraga secara teratur maka kamu dapat melatih pernafasanmu. Otot-otot pada beberapa bagian tubuhmu pun juga dapat terlatih, terutama otot pada bagian kaki. Olahraga tidaklah  harus lama. 30 menit sehari bila itu dilakukan secara teratur sudah sangat cukup. Kamu bisa memilih olahraga yang kamu sukai misalkan berenang tau jogging di pagi hari. 

Ketahuailah dan ingatlah siklus menstruasimu, pertimbangkan ulang jadwalmu mendaki saat menstruasi


Mendaki disaat menstruasi mejadi dilemma tersendiri bagi seorang wanita dan seringkali hal ini tidak dipahami oleh pendaki laki-laki. Saat menstruasi tentu akan cukup mengganggumu, selain karena nyeri pada bagian perut tentu kamu juga tidak nyaman serta was-was bilamana hal itu terlihat pada pakaian atau celana yang kamu kenakan. Selain itu beberapa mitos juga melarang seorang wanita mendaki gunung bilamana sedang dalam kondisi menstruasi. Semua itu tergantung kita dalam menanggapi mitos tersebut, dalam hal ini kami tidak melarang seorang wanita mendaki saat mengalami menstruasi, melainkan hanyalah mengingatkan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak memaksakan diri bilamana tubuh dalam kondisi yang kurang fit.     


Beristirahatlah sebelum melakukan pendakian


Di hari terakhir sebelum melakukan pendakian, kamu tidak perlu berlelah-lelah olahraga, Justru di hari terakhir kamu harus beristirahat supaya diperjalanan kamu tidak mengalamai kecapekan. Pastikan di hari terakhir sebelum kamu berangkat melakukan pendakian, peralatan-peralatan yang kamu perlukan untuk dibawa mendaki, sudah dipersiapkan. Kesalahan pendaki pemula yang seringkali dijumpai adalah, di hari terakhir sebelum pendakian, mereka baru mempersiapkan berbagai macam peralatan. Hal ini adalah kebiasaan yang kurang tepat. Oleh karenanya persiapan alat bisa kamu lakukan jauh-jauh hari sebelum hari pendakian.

Tentukanlah gunung tujuan pendakianmu

Untuk pendaki wanita pemula, sebaiknya memilih gunung yang mempunyai tingkat kesulitannya ringan serta memilih gunung yang mempunyai waktu tempuh ke puncaknya relatif singkat. Dalam hal ini bukan bermaksud untuk meremehkan kekuatan seorang wanita, namun sebaiknya memang demikian. Mendaki gunung yang mempunyai track yang cukup mudah akan memberikan pengalaman yang dapat berguna bagi pendakian berikutnya tentunya dengan track yang lebih berat. Indonesia sangat kaya akan gunung atau pegunungan yang mempunyai medan cukup mudah untuk para pendaki pemula. Gunung-gunung tersebut diantaranya gunung Andong di Jawa Tengah, gunung Prau, gunung Papandyan dan masih banyak lainnya.


Carilah rekan sesama pendaki wanita


Pendaki gunung memang saat ini didominasi oleh laki-laki. Namun tidak sedikit kegiatan ini dilakukan oleh wanita. Bila kamu ingin melakukan pendakian, maka sebaiknya mencari sesama pendaki wanita. Mengapa demikian? Dengan mengajak sesama rekan wanita dalam perjalananmu, tentu kamu akan lebih bisa berbagi baik itu cerita ataupun masalah tentang kewanitaan yang hal tersebut akan sangat rahasia bila harus diceritakan kepada rekan cowok. Selain itu, kamu tentu tidak akan merasa canggung bila harus berbaur dengan kerumunan lelaki sesama rekan perjalananmu. 


Pastikan peralatan pendakianmu sudah lengkap dan siap pakai

Mendaki gunung memang memerlukan persiapan cukup matang, baik itu persiapan fisik maupun persiapan peralatan. Untuk membantu mempersiapkan peralatan apa yang harus dibawa saat mendaki, anda bisa membaca artikel tentang 25 barang yang harus dibawa saat mendaki gunung. Selain itu, pastikan peralatan yang kamu bawa siap digunakan, jangan sampai peralatan tersebut tidak bisa digunakan dan kamu baru mengetahuinya ketika sampai di tempat pendakian.


Mau menggunakan sandal atau sepatu? Kenali dulu kekurangan dan kelebihannya

Mendaki gunung bisa menggunakan sandal atau sepatu gunung. Kedua macam alas kaki ini memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Sepatu gunung sangat direkomendasikan bilamana kamu melakukan perjalanan yang jauh dan dengan medan yang terjal. Untuk sandal gunung, bisa digunakan pada medan yang tidak terlalu curam dan cocok untuk gunung yang tidak memerlukan waktu yang lama untuk pendakiannya. Khusus untuk sandal gunung, anda bisa membaca kekurangan dan kelebihan menggunakan sandal gunung untuk mendaki gunung.

Pilihlah pakaian yang tepat, untuk digunakan selama pendakian


Pakaian dengan bahan sintetis lebih direkomendasikan digunakan saat kamu melakukan pendakian. Pilihlah pakaian lengan panjang sehingga kamu akan terlindung dari beberapa hal yang dapat mencideraimu seperti ranting pohon, atau gigitan binatang yang bisa saja kamu temui selama perjalanan. Selain itu ketika awal pendakian sebaiknya kamu tidak menggunakan jaket, cukup baju lengan panjang saja, karena biasanya kita akan mengeluarkan banyak keringat saat mendaki, sehingga apabila mengenakan jaket, jaket tersebut akan basah karena keringat. Tipsnya tetap gunakan lengan panjang dan bilamana kamu akan beristirahat di dalam tenda kamu bisa ganti dengan pakaian yang kering serta mengenakan jaket untuk melindungi diri dari udara pegunungan yang dingin.


Jangan membawa barang terlalu banyak

Hal ini seringkali dijumpai pada pendaki yang baru pertama kali melakukan  pendakian. Barang yang sering banyak dibawa adalah pakaian. Sebenarnya berapa potong pakain yang harus kita bawa saat mendaki gunung? Jawabannya adalah tergantung dari berapa lama kamu melakukan pendakian. Sebagai contoh untuk melakukan pendakian selama 2 hari satu malam, idealnya kamu membawa :

Kaus kaki : 2 pasang
Kaus tangan  : 2 pasang
Slayer : 1 buah
Celana :  2 potong ( satu berbahan quick dry dan satu berbahan termal )
Jaket gunung : 2 potong
Baju ganti       : 2 potong
Buff               : 1 potong

Nah pakaian diatas hanyalah sebagai gambaran saja, dan dapat menyesuaikan dengan kondisi. Misalkan anda mendaki di musim hujan, sebaiknya membawa pakaian ganti yang lebih banyak sebagai antisipasi bilamana pakaian yang kamu kenakan basah karena air hujan.


Membawa obat-obatan selama pendakian juga tidak kalah pentingnya


Mengingat bila berpetualang kamu atau rekanmu bisa saja mengalami masalah kesehatan, sebaiknya kamu melengkapi peralatan yang kamu bawa dengan obat-obatan sederhana yang bisa kamu gunakan bila sewaktu-waktu kamu membutuhkannya. Selain bila kamu memiliki masalah kesehatan seperti asma, jangan lupa untuk membawa obat obatan pribadimu. Obat-obatan penting yang bisa kamu bawa selama pendakian diantaranya :

Obat analgetik antipiretik: Paracetamol, sistenol, novalgin
Obat antialergen : Dexametasone, methilprednisolon
Obat antiemetik              : Vometa, ondancentrone, primperan
Obat diare  : New diatab, diapet

Selain itu sebaiknya kamu juga membawa oabt-obatan bilamana terjadi cidera atau injuri seperti salep kemicetine, kassa, clorhexidine atau rivanol, cairan nacl untuk membersihkan luka serta plester. Selain mempersiapkan obat-obatan tersebut sebaiknya kamu juga mempunyai cukup pengetahuan tentang tatalaksana bilamana terjadi patah tulang, melakukan pembidaian, melakukan fiksasi dan masih ada beberapa lagi.

Jangan lupa untuk membawa perlengkapan dokumentasi


Sangat disayangkan bila kegiatan petualanganmu tidak kamu abadikan, kamu bisa membawa pocket ataupun sport camera yang saat ini bisa kamu beli dengan mudah. Kamu bisa mendokumentasikan perjalananmu dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan selama di jalur pendakian. Jangan karena ingin berfoto selfie keselamatanmu menjadi taruhannya. Pandai-pandailah mencari spot yang aman bagi kamu untuk dapat mengambil foto di tempatmu berpetualang.

Jangan langsung melakukan pendakian bila sudah sampai pos atau basecamp

Bila kamu sudah sampai basecamp, istirahatkanlah badanmu, biarkan tubuhmu menyesuaikan diri dengan kondisi sekitarnya. Kamu tentu mengetahui tentang acute mountain sicknees. Gangguan ini bisa disebabkan karena tubuh tidak mempunyai waktu atau kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya. Kamu bisa memanfaatkan waktumu sebelum melakukan pendakian dengan beberapa hal, misalkan dengan mengurus retribusi, mengecek kembali barang-barang atau peralatan pendakian ataupun melakukan kegiatan lainnya seperti berdoa serta breefing kelompok sebelum mendaki.   


Komunikasi itu penting, beritahu orang tuamu sebelum kamu memulai petualangan

Orang tua tentu akan sangat kawatir bila anak ceweknya pergi tanpa memberi kabar. Oleh karenanya supaya mereka tenang dan tidak terlalu kawatir, kamu sebaiknya memberi kabar sebelum kamu melakukan pendakian. Mengingat bila memasuki kawasan pegunungan maka sinyal dari beberapa provider penyedia layanan komunikasi tidak dapat menjangkau tempat tersebut. Beritahu pula bahwa mungkin dalam beberapa waktu tidak bisa memberi kabar karena keterbatasan sarana komunikasi.

Jangan malu untuk mengatakan break !!


Break berarti kamu meminta untuk beristirahat, untuk pendaki pemula, untuk sekedar meminta beristirahat seringkali akan merasa canggung. Takut merepotkan ataupun malu dianggap lemah, hal itu tidak berlaku bagi sebuah kelompok. Berbicaralah dengan jujur bahwa kamu kelelahan dan membutuhkan waktu untuk beristirahat sekedar melemaskan otot serta mengatur nafas. Selain itu gunakanlah waktu untuk beristirahat untuk mencukupi kebutuhan nutrisimu. Makan atau minumlah bekal yang sudah kamu bawa dari rumah. Jangan malas untuk makan ataupun minum, karena kegiatan ini memerlukan kalori dan menyebabkan cairan tubuh keluar terlalu banyak.

Berjalanlah beriringan, hindari berjalan jauh dari anggota kelompok lainnya

Untuk mengantisipasi adanya anggota kelompok yang terpisah ataupun keluar dari jalur pendakian, berjalan secara beriringan adalah tindakan yang efektif. Mengingat beberapa kasus pendaki tersesat karena keluar dari jalur pendakian dan tertinggal jauh dari anggota kelompok lainnya. Bila kamu mempunyai kemampuan berjalan dengan kecepatan lebih rendah dibandingkan dengan anggota kelompok lainnya, sebaiknya kamu berjalan di tengah. Sehingga leader bisa mengontrol kecepatan berjalan kelompok tersebut.  

Memaksakan diri untuk mencapai puncak bukanlah tindakan yang tepat

Saat mendaki gunung, adalah saat yang tepat untuk mengukur kemampuan diri kita. Janganlah memaksakan diri harus mencapai puncak bilamana kondisi tubuhmu tidak kuat untuk melakukan perjalanan lebih jauh lagi serta cuaca yang tidak mendukung bilamana kita melanjutkan perjalanan seperti cuaca berkabut, turun hujan lebat ataupun kondisi badai. Ingatlah bahwa keselamatan adalah hal yang utama serta puncak hanyalah sebuah bonus.

Jangan beristirahat tidur dengan pakaian basah


Pada saat kamu mendaki gunung, pakaian yang kamu kenakan bisa saja akan basah karena air hujan ataupun basah karena keringat yang keluar dari tubuhmu. Jika ini terjadi saat kamu melakukan perjalanan, hal ini tidaklah terlalu bermasalah, namun jika kamu ingin beristirahat tidur, sebaiknya kamu mengganti pakaian basahmu dengan pakaian kering agar tidak terjadi hipotermia. Kamu bisa memasukkan pakaian basahmu di dalam trash bag yang sudah kamu siapkan sehingga tidak tercampur dengan pakaian lainnya.

Jangan melakukan diet saat melakukan pendakian

Bagi kamu yang baru melakukan program diet, sebaiknya berhenti terlebih dahulu sebelum kamu melakukan pendakian. Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang sangat melelahkan. Selain itu kegiatan ini memerlukan banyak energi. Energi berasal dari kalori makanan yang kita konsumsi. Jika kita tidak mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang cukup bisa berdampak buruk pada tubuh kita. Tubuh kita akan lemas sehingga kita tidak bisa melakukan perjalanan dan dapat merepotkan orang lain sesama rekan pendaki.

Dengan mendaki bukan berarti kamu mengesampingkan kebersihan dirimu, bersihkan diri dengan tisuue basah yang kamu bawa


Paradigma lama dari pendaki gunung mungkin digambarkan seorang dengan tas besar, memakai gelang prusik serta acesoris outdoor lainnya dan mengesampingkan kebersihan diri. Hal itu tentu tidak berlaku pada saat ini. Seiring dengan kemajuan jaman, pendaki saat ini lebih fasionable dengan tidak mengesampingkan keselamatan ataupun keamanan. Meskipun di alam bebas, kamu sebaiknya tatap memperhatikan kebersihan dirimu. Kamu bisa menggunakan tissue basah untuk membersihkan badanmu dari keringat yang menempel, gunakan deodorant untuk mencegah bau badan dan gunakanlah makeup sewajarnya. Bagaimanapun juga kamu tentu ingin tetap tampil cantik di tengah alam yang tidak kalah cantiknya.

Untuk melindungi kulitmu dari sengatan matahari kamu bisa menggunakan sunblock

Tidak ingin kulitmu terbakar ketika melakukan pendakian, maka kamu sebaiknya menggunakan sunblock mengingat cuaca di gunung bisa sangat kering dan panas. Kamu juga dapat melindungi dirimu dengan alat-alat yang sudah kamu bawa dari rumah, misalkan menggunakan buff atau masker, menggunakan kacamata ketika melewati medan yang berdebu serta menggunakan penutup kepala atau topi untuk melindungi rambut serta kepalamu baik dari sinar matahari ataupun dari debu di track perjalanan.


Di gunung tunjukkanlah kemandirianmu, jauhkan dari sikap manja


Salah satu manfaat dari mendaki gunung adalah kita dapat melatih diri kita untuk dapat hidup mandiri, meskipun perjalanan kita hanyalah sebentar. Dengan sikap yang mandiri serta rela menolong sesama rekan pendakian tentu rekan-rekan yang lain akan simpatik terhadap dirimu. Tentu hal ini berbeda jika kamu menunjukkan sikap yang manja, sering mengeluh selama perjalanan ataupun sedikit-sedikit minta tolong kepada rekanmu padahal kamu seharusnya bisa melakukannya seorang diri, tentu akan menimbulkan kesan negatif terhadap dirimu dan orang lainpun tidak akan member i simpati terhadapmu.

Tidur bersamaan dengan lawan jenis atau tidur sendiri ?


Istirahat tidur akan menjadi permasalahan tersendiri bilamana kamu melakukan pendakian bersama dengan beberapa angota berlawanan jenis. Disatu sisi kamu akan lebih aman karena ada cowok yang siap membantumu dan melindungimu dari bahaya, disatu sisi kamu akan merasa canggung bilamana kamu harus beristirahat tidur bersama dengan mereka. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan untuk menghindari komentar miring dari pendaki lainnya, kamu bisa membawa 2 tenda. Satu tenda untuk anggota kelompok laki-laki dan satu tenda untuk anggota kelompok perempuan. Dengan begitu tentu kamu akan lebih nyaman beristirahat. Pastikan tenda kamu tidak berjauhan dari tenda kelompok lainnya.

Jika ingin BAB gunakanlah prinsip gali lubang-tutup lubang

Ingin membuang hajat atau BAB adalah salah satu kesulitan diantara beberapa kesulitan yang dialami okeh pendaki wanita. Bilamana kamu ingin BAB, carilah tempat yang tersembunyi dan jauh dari rute pendakian serta jauh dari tempat untuk mendirikan tenda. Kamu bisa menggali lubang serta menutupnya setelah selesai dan jangan lupa membersihkannya menggunakan tissue basah yang telah kamu bawa. Janganlah mengotori sumber-sumber mata air dan jangan biarkan sisa hasil eliminasimu dalam keadaan terbuka karena hal itu dapat merugikan pendaki lainnya bila melintasi tempat tersebut.

Tetap jaga kelestarian alam dengan tidak membuah sampah di gunung

Di gunung kita hanya sebagai tamu dan hanya menumpang, oleh karenanya kita harus tetep menjaga kebersihan gunung. Bawalah trashbag untuk mengumpulkan sampah yang kamu hasilkan, dan bawalah sampahmu turun. Mari kita mewariskan gunung yang asri untuk generasi yang akan datang.  

Dan tips yang terakhir adalah, gunakan waktumu dengan bijak, gunakan waktumu dengan sebaik-baiknya ketika kamu sudah sampai dengan puncak gunung. Lihatlah betapa indahnya alam di Indonesia ini dan betapa kecilnya kita di hadapann-NYA. Jangan lupa untuk mengucapkan syukur atas setiap kesempatan yang telah diberikan dalam hidup kita.

semoga 25 tips mendaki gunung bagi wanita ini bermanfaat....salam...

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "25 tips mendaki gunung bagi wanita pemula, persiapan mendaki gunung bagi wanita pemula"