tebing breksi, wisata unik berlokasi diantara candi ijo dan gunung api purba

Tebing breksi, salah satu tempat wisata alam yang unik dari sekian banyak tempat wisata di Yogyakarta, lokasinya berada di desa Sambirejo, kecamatan Prambanan kabupaten Sleman, Yogyakarta. Siapa yang menyangka, dahulu bukit kapur yang dijadikan sebagai sumber mata pencaharian oleh warga sekitar dengan diambil batunya, kini menjadi tempat wisata yang unik serta patut kita singgahi selain Candi Ijo dan Gunung Api Purba yang letaknya tidak jauh dari tempat ini. Kunjungan admin ke tebing Breksi memang bukan yang pertama, beberapa waktu lalu pernah ke tempat ini namun tidak saya ceritakan karena blog ini belum dibuat. Sekali-kali boleh khan tidak membuat cerita tentang naik gunung saja :). Mari kita baca bersama artikel mengenai wisata tebing Breksi Yogyakarta.


tebing breksi

Rute perjalanan menuju Tebing Breksi

Bila anda dari Yogyakarta dan ingin menuju ke tebing Breksi tidaklah memerlukan waktu yang lama. Kurang lebih 30-45 menit perjalanan anda bisa sampai di tebing Breksi bila kondisi lalu lintas lancar. Akses menuju ke tebing Breksi tidaklah sulit. Dari kota Yogyakarta ke timur arah menuju Klaten, sampai di pertigaan arah ke Piyungan atau pertigaan depan candi Prambanan ke selatan menuju arah Gunungkidul, melewati pasar Prambanan dan pintu masuk ke Candi Ratu Boko. Dari pintu masuk candi Ratu Boko kita masih berjalan lurus sampai menemukan pertigaan kedua di sisi kiri jalan ( perhatikan penunjuk arah menuju candi Ijo disisi kiri anda ) setelah sampai dipertigaan kita mengambil arah kiri sampai menemukan pertigaan pertama ke arah candi Ijo. Dari pertigaan tersebut kita masih menempuh kurang lebih 1,5-2 km lagi ke arah timur dengan melalui jalan menanjak dari beton. Bila anda melewati kantor kepala desa Gayamharjo berarti anda berada di jalur yang benar. Lokasi tebing Breksi berada di sebelah kiri, jalan menuju ke Candi Ijo.


Keunikan tebing breksi

Bila kita sampai pintu masuk kawasan tebing Breksi kita akan melewati jalanan yang menurun serta melewati area yang cukup luas. Nampak dari kejauhan bebatuan putih tinggi menjulang seperti sebuah benteng dengan warna putihnya yang unik mengingatkan kita pada salah satu destinasi wisata di pulau Bali yakni Garuda Wisnu Kencana. Memang beberapa orang seringkali menyebut daerah ini adalah “GWKnya Jogja” namun tentu tidak ada patung Dewa Wisnu yang menjadi icon dari lokasi tersebut. Setelah membayar retribusi kita dianjurkan memarkir kendaraan kita pada sisi sebelah utara tebing. Adanya prasasti Tlatar seneng seolah menjadi sambutan ketika kita masuk di lokasi Tebing ini. Di lokasi ini memang belum memiliki fasilitas yang memadai sekedar untuk memarkirkan kendaraan kita. Kita dapat berkeliling tebing ini atau naik kebagian atas tebing dengan melewati tangga yang telah disediakan. Tangga-tangga tersebut adalah tangga hasil tatahan manual yang dikerjakan oleh warga sekitar. Dengan alat-alat yang sangat sederhana mereka membentuk batu yang keras menjadi layaknya bagian bangunan yang halus serta bernilai seni.

tlatar seneng
prasasti tlatar seneng

Selesai berkeliling kita dapat melihat kawasan sekitar tempat ini dengan naik ke atas tebing. Dengan ketinggian kurang lebih 20 meter kita dapat melihat beberapa tempat yang menarik di kawasan Yogyakarta. Nampak dari kejauhan Candi Ratu Boko terutama sisi bagian Timur. Tidak ketinggalan pula tempat tempat lain seperti bandara Adisucipto Yogyakarta serta Candi Prambanan dapat terlihat dari tempat ini meskipun sangat kecil. Namun kita tidak bisa melihat candi Ijo yang terletak di sisi sebelah utara kerena tertutup oleh rimbunnya vegatasi. Di bagian atas tebing kita dapat berkeliling ataupun beristirahat. Disediakan beberapa tempat duduk bagi anda untuk sekedar beristirahat sambil menikmati pemandangan di sekitar tebing ini. Bila anda ingin mengambil gambar dari ketinggian terutama di sisi sebelah timur dan utara sebaiknya anda berhati-hati karena beresiko terjatuh meskipun area ini sudah dilengkapi dengan tali pengaman yang terbuat dari tali tambang. Diharapkan dengan adanya pengaman pengunjung akan aman ketika naik di tebing ini, namun sekali lagi sebaiknya jangan berdiri dekat dengan bibir tebing karena tanah disekitar bibir tebing tersebut beresiko longsor. Selain menjadi tempat yang unik untuk wisata, tebing Breksi juga menjadi tempat yang unik untuk keperluan fotografi. Beberapa komunitas fotografi seringkali melakukan pemotretan di area ini. Dengan background bebatuan putih serta beberapa relief wayang yang artistik akan menambah keunikan foto yang anda ambil di area ini.

Sejarah Tebing Breksi

Sejarah Tebing Breksi
sisi sebelah barat tebing

Menurut penuturan seorang warga yang tinggal di sekitar Tebing Breksi, dahulunya Tebing Breksi hanyalah sebuah bukit kapur. Bukit kapur yang oleh warga sekitar diambil batunya untuk beberapa kepentingan, seperti batu untuk pondasi rumah, batu untuk hiasan taman, ornament dinding dan masih banyak lainnya. Aktifitas penambangan dimulai sejak tahun 90an. Pada saat itu hanya ada beberapa orang yang menambang, namun semakin banyaknya pesanan membuat beberapa orang ikut serta menambang terutama pada bagian sisi sebelah timur. Dengan hanya memakai peralatan sederhana dan dikerjakan dengan cara manual, para penambang bisa membuat batu dengan berbagai ukuran sesuai dengan pesanan. 

Sejarah Tebing Breksi
tangga hasil tatahan tangan warga sekitar

Penambangan di sisi Timur Tebing terpaksa dihentikan karena ada larangan dari Pemda setempat. Sebelumnya di tebing ini sudah dilakukan beberapa penelitian. Penelitian dai beberapa lembaga pendidikan menunjukkan bahwa endapan batuan kapur yang berada di tebing ini berasal dari letusan gunung api purba. Oleh karena itu situs ini wajib dilestarikan sama seperi Gunung Api Purba serta Candi Ijo yang tidak jauh dari lokasi Tebing. Aturan yang dikeluarkan Pemda tidak memutus kreatifitas dari warga sekitar, apalagi setelah lokasi Tebing ini semakin hari semakin banyak pengunjung. Keunikan dari tebing dengan tinggi kurang lebih 20 terletak pada motif dinding yang telah digali atau dipotong. Bekas penambangan menghasilkan batu dengan motif cerukan-cerukan halus dan menjulang. Oleh karenanya banyak pengunjung, akhirnya lokasi tebing Breksi saat ini dijadikan tempat wisata yang unik dan patut anda kunjungi.


Tebing breksi dan Tlatar seneng 

Tebing breksi dan Tlatar seneng
Tlatar seneng dari ketinggian

Bila kita melihat di sisi sebelah timur dari Tebing maka kita akan dapat melihat area dengan bangku-bangku yang tertata dengan rapi, area ini adalah Tlatar seneng. Tlatar seneng itu sendiri adalah panggung terbuka yang dapat dijadikan untuk beberapa pagelaran atau pertunjukan. Area ini sudah diresmikan oleh Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono ke X dengan ditandatanganinya prasasti pada hari Sabtu tanggal 30 mei tahun 2015. Dengan disahkannya tempat ini menjadikan Tebing Breksi sebagai Destinasi Wisata minat khusus adventure dan bumi perkemahan pramuka. Setiap sore tempat ini cukup ramai dikunjungi oleh bebera wisatawan terutama dari Kota Yogyakarta yang mayoritas adalah mahasiswa atau pelajar, mereka mengunjungi tempat ini sekedar untuk mengisi waktu sambil menikmati indahnya sunset dari atas ketinggian.


Relief wayang menghiasi dinding tebing

Relief wayang tebing breksi
relief wayang arjuna di sisi utara tebing

Pada sisi bagian utara Tebing Breksi kita dapat melihat relief wayang yang belum selesai dalam proses pengerjaannya, wayang tersebut adalah tokoh Arjuna.  Tidak hanya pada sisi utara saja namun jika kita melihat dari sisi timur dari tebing, kita juga dapat melihat beberapa relief dengan motif wayang dengan ukuran yang cukup besar. Relief tersebut menjadi spot yang menarik bagi anda yang ingin mengabadikan foto ditempat ini. Bila kita mengunjungi tempat ini kemungkinan kita dapat melihat beberapa pekerja sedang melakukan pengerjaan bagian-bagian tebing seperti membuat relief, meratakan daerah yang masih kasar serta aktifitas bongkar muat material lainnya.

Adanya kebun buah untuk kelestarian alam di masa datang

kebun buah tebing breksi
kebun buah untuk bumi yang lebih hijau

Disisi sebalah barat dari Tebing Breksi telah dilakukan penanaman beberapa tanaman buah-buahan. Penanaman buah tersebut dilakukan pada tanggal 21-22 Mei 2016 silam. Beberapa komunitas yang tergabung seperti komunitas Pajero Owner Club, Komunitas seniman dan komunitas lainnya, memberikan kontribusi terhadap kawasan ini dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah penanaman kawasan tebing Breksi dengan tanaman buah. Beberapa tanaman buah seperti buah mangga dapat kita lihat tumbuh dengan cukup baik meskipun ditanam di tanah yang gersang. Beberapa warga menanami daerah di sekeliling dengan beberapa tanaman palawija dan cabai. Diharapkan area ini dapat menjadi kebun buah layaknya di Kebun Buah Mangunan ataupun di daerah Gunung Api Purba yang sudah terdahulu merintis kegiatan yang serupa. Untuk kedepannya selain kawasan kebun buah, menurut salah seorang warga, area di bagian sisi sebelah barat dari tebing Breksi akan dijadikan kawasan bumi perkemahan.     

Sisi lain Tebing Breksi



Aturan Pemda yang melarang penambangan batu kapur di tebing Breksi memang tidak diberlakukan untuk semua kawasan. Di bagian sisi barat Tebing ini masyarakat masih diperbolehkan menambang. Dengan ketentuan tidak melanggar batas-batas yang ditetapkan. Beruntung kali ini admin berkesempatan untuk dapat berkeliling di sisi sebalah barat dari Tebing. Aktifitas penambangan masih berlangsung. Dengan alat-alat yang sederhana para penambang memecah batu menjadi balok-balok batu dengan ukuran yang cukup besar. Balok-balok batu tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di daerah Yogyakarta saja, melainkan juga dikirim ke beberapa Propinsi di Indonesia, salah satunya ke propinsi Bali. 


penambangan tebing breksi

penambangan tebing breksi


Disisi sebelah barat dari tebing ini terdapat cerukan-cerukan yang cukup dalam bekas dari penambangan yang terdahulu. Cerukan-cerukan tersebut akan berubah layaknya sebuah kolam bilamana tergenang oleh air hujan. Menurut penuturan seorang warga sisi sebelah barat dari Tebing Breksi akan digunakan sebagai bumi perkemahan. Sedangkan jalanan menuju area tambang akan digunakan sebagai sarana untuk kegiatan seperti area motortrail. Masyarakat disini sadar bahwa aktifitas penambangan tidak akan mungkin terus berlangsung karena lama-kelamaan sumber daya yang tersedia akan habis, dan tidak akan mewarisi apa-apa untuk anak cucunya nanti. Berbeda jika mengembangkan sektor pariwisata seperti wisata alam. Karena alam yang menyediakan tempat dan kita berperan merawatnya. Dengan dijadikannya Tebing Breksi sebagai tempat wisata baru semoga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi warga sekitar tanpa harus merusak alam. 

Dengan alat yang sederhana pera penambang mengikis bukit menjadi balok-balok batu


Tebing Breksi dan pengembangannya

Tebing Breksi yang sekarang sungguh sudah banyak berubah dibandingkan dengan Tebing Breksi yang saya kunjungi tahun lalu. Bilamana tahun lalu kita harus bersusah payah melewati jalan yang rusak saat ini sudah disediakan jalan yang bagus untuk menuju tempat ini. Pembangunan tempat ini juga tergolong cepat. Sebut saja sisi bagian utara tebing yang sudah dilengkapi dengan fasilitas tempat atau warung yang menyediakan makanan dan minuman, hal ini akan dapat membantu pengunjung atau wisatawan.


Berapa ongkos untuk masuk ke Tebing Breksi ?

Dengan membayar Rp.2000; untuk parkir kendaraan kita sudah dapat mengunjungi tempat ini. Tidak ada tarif khusus untuk dapat masuk area ini, namun pengunjung bisa memberikan uang sesuai dengan keikhlasan hati kepada pihak pengelola. 

Tips ketika mengunjungi Tebing Breksi

  • Bila anda ingin melihat pemandangan yang indah, anda bisa mengunjungi tempat ini sore hari. Melihat sang surya tenggelam di sisi barat dengan pemandangan sekitar yang masih asri akan menjadi moment yang istimewa terutama bagi anda yang menyukai fotografi.
  • Bila anda menginginkan suasana yang cukup tenang hindari mengunjungi tempat ini di hari libur, karena di hari-hari biasa pun tempat ini cukup ramai. Keramaian akan bertambah jika hari libur ataupun di akhir pekan.
  • Tetap patuhi aturan yang ada, jangan melanggar batas aman yang ditetapkan pada bagian sisi sebelah atas tebing.
  • Anda bisa mengunjungi tempat wisata lainnya seperti Candi ijo yang letaknya kurang lebih 1 km dari Tebing Breksi atau mengunjungi Wisata Alam gunung Api Purba yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 45 menit dari tempat ini.

Demikian cerita kunjungan saya ke tempat wisata Tebing Breksi Yogyakarta. Semoga artikel ini bermanfaat..salam...


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "tebing breksi, wisata unik berlokasi diantara candi ijo dan gunung api purba "

  1. wah, kapan - kapan pengen ah main ke taman tebing breksi. keren banget kalo dilihat dari foto - fotonya :)

    ReplyDelete