kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian di puncak Semeru

Soe Hok Gie adalah salah satu pemuda Indonesia keturunan etnis Tionghoa. Salah satu tokoh terkenal terutama dalam dunia pendakian, dia merupakan seorang yang penting terhadap berdirinya organisasi mahasiswa pecinta alam.  Kematiannya pada usia muda, yakni 27 tahun di puncak tertinggi di tanah Jawa menjadikannya sebuah legenda yang hidup dan menginspirasi banyak orang. Soe Hok Gie hidup pada masa orde lama dan awal orde baru. Meskipun meninggal di usia muda namun tulisan-tulisan dan pemikirannya masih dikenal sampai saat ini. Berikut ini beberapa kata inspiratif dan memotivasi dari sosok Soe Hok Gie :

kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie
salah satu adegan di film " Gie "

Moral

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah, guru bukan dewa yang selalu benar, dan murid bukan kerbau.

Sekarang harga harga makin membumbung, kaum kapitalis makin lahap memakan rakyat. Di saat seperti ini seharusnya kaum intelegensi bertindak berbuat sesuatu, bidang seorang sarjana adalah berfikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari arus-arus sosial yang kacau tetapi mereka tidak bisa lepas dari fungsi sosialnya yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya apabila keadaan telah mendesak, kaum intelegensi yang terus berdiam di dalam keadaan yang mendesak telah melunturkan semua nilai kemanusiaan.

Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

Bagi saya kebenaran biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

Kita generasi baru ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Kita akan menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua. Kitalah generasi yang akan memakmurkan Indonesia. Yang berkuasa sekarang adalah orang-orang yang dibesarkan pada jaman Hindia Belanda. Mereka adalah pejuang kemerdekaaan yang gigih, Tapi kini mereka telah mengkianati apa yang diperjuangkan, dan rakyat makin lama makin menderita. Aku bersamamu orang-orang malang. Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini, mereka generasi tua. Semuanya pemimpin-pemimpin yang harus di tembak mati di lapangan banteng.

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada. Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan sejarah tidak akan lahir. Seoalah-olah jika kita membagi sejarah, maka yang kita jumpai hanyalah pengkhianatan. Seolah-olah dalam ruang dan waktu kita hidup diatasnya. Ya betapa tragisnya...hidup adalah penderitaan..kata Budha dan manusia tidak dapat bebas daripadanya

Politik

kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie

Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

Masih terlalu banyak kaum munafik yang berkuasa, orang yang pura-pura suci dan mengatas namakan Tuhan, merintih kalau di tekan, tetapi menindas kalau berkuasa.

Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.

Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor, lumpur lumpur yang kotor, tapi suatu saat kita tidak dapat menghindari diri lagi maka terjunlah.

Revolusi kini adalah agama baru dan semboyan semboyan manipol sosialisme dan demokrasi terpimpin lain tidak lebih dari doa doa yang di kira mustajab.

Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.

Motivasi

kata motivasi Soe Hok Gie

Aku lelah sekali, lusa lebaran dan tahun yang lama akan segera berlalu. Tetapi kenang-kenangan demonstrasi akan tetap hidup. Dia adalah batu tapal daripada perjuangan mahasiswa Indonesia. Batu tapal dalam revolusi Indonesia. Dan batu tapal dalam sejarah Indonesia. Karena yang dibela adalah kebenaran dan kejujuran. 

Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.

Lebih baik saya diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan.

Aku tidak tau mengapa, aku merasa agak melankoli malam ini. Aku melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas Djakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semua diterjemahkan dalam satu wajah kombinasi manusia yang aneh.     

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.


Kata-kata romantis

kata romantis Soe Hok Gie

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa. Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih selembut dahulu, memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan letak leher kemejaku. 

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mandalawangi. Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu, ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat. Apakah kau masih akan berkata. Ku dengar detak jantungmu. Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta.  

Perasaan sayang yang amat kuat menguasaiku. Aku ingin memberikan suatu rasa cinta kepada manusia.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah. Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku. Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu. Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandalawangi. Ada serdadu-serdadu amerika yang mati kena bom di danau. Tapi aku ingin mati disisimu manisku. Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu.       

Mari sini sayangku, kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku. Tegaklah ke langit luas. Atau awan yang mendung. Kita tak pernah menanamkan apa-aa, kita tidak akan pernah kehilangan apa-apa.  

Kemanusiaan 

in memoryam Soe Hok Gie

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…

Selain mendokumentasikan perjalanan hidupnya serta buah pemikirannya di dalam buku hariannya yang sudah diterbitkan beberapa dekade lalu dengan judul “ Catatan seorang demonstran “ 1983. Soe Hok Gie juga menuliskan beberapa puisi di dalam bukunya tersebut. Salah satu puisi yang terkenal adalah puisi tentang Mandalawangi. Berikut puisinya :

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu, aku datang kembali kedalam ribaanmu. Dalam sepimu dan dalam dinginmu. Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna, aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku. Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi. Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada. Hutanmu adalah misteri segala cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta. Malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi, kau datang kembali dan bicara padaku tentang kehampaan semua. “hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar ‘terimalah dan hadapilah dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara. Aku terima ini semua melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu. Aku cinta padamu Pangrango, karena aku cinta pada keberanian hidup. 

Berbicara tentang Soe Hok Gie memang tiada habisnya, sosoknya yang fenomenal dan perjalanan hidupnya yang menarik bahkan pernah pernah dijadikan alur cerita dalam sebuah film. Tuhan telah memanggilnya pada usia muda. Namun perjuangannya untuk mewujudkan negara Indonesia yang adil tanpa diskriminasi masih menjadi agenda tersendiri bagi kita generasi muda. Semoga artikel mengenai kata-kata inspiratif dan memotivasi dari Soe Hok Gie ini bermanfaat bagi kita. Salam. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kata-kata bijak dan inspiratif Soe Hok Gie keabadian di puncak Semeru"

Post a Comment