15 fakta, mitos dan filosofi bunga edelweis, pendaki harus mengetahui hal ini

Bunga Edeslweis, siapa yang tidak mengenal bunga yang memiliki nama latin Leontopodium alpinum ini. Bunga edelweis identik dengan pendaki gunung karena memiliki beberapa filosofi. Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sulit bagi kita untuk menemukan bunga ini tumbuh di alam liar. Bunga edelweis hanya bisa tumbuh di atas ketinggian yakni di dataran tinggi serta puncak pegunungan. Bunga Edelweis di kawasan pegunungan termasuk tumbuhan yang dilindungi, namun masih banyak pula para pendaki gunung yang nekad memetik serta memasukkan bunga ini ke dalam ransel yang mereka bawa.


15 fakta, mitos dan filosofi bunga edelweis,
bunga edelweis yang sedang mekar


Sebenarnya apa yang menarik dari bunga Edelweis? Sampai-sampai beberapa pendaki gunung nekad mengambil serta memetik bunga ini dengan memanjat tebing-tebing curam di atas pegunungan. Menelisik lebih jauh tentang bunga edelweis, ternyata tumbuhan ini berasal dari pegunungan Himalaya yang berada di Siberia dan Nepal. Tanaman ini bermigrasi ke Eropa selama jaman es Kuarter sampai sekarang hingga tersebar di hampir seluruh kawasan Eropa. 


ilustrasi pendaki yang memetik bunga edelweis


Namun tahukah rekan-rekan, asal-usul mengapa para pendaki gunung seringkali memetik serta membawa pulang bunga Edelweis untuk diberikan kepada orang yang disayanginya?. Ternyata tradisi ini sudah berlangsung sejak jaman perang dunia pertama di negara Perancis. Bunga edelweis menandakan cinta dan pengabdian yang mendalam dimana pria yang memanen bunga ini adalah orang yang berani mengambil resiko di atas medan yang berbahaya. Di negara Perancis bunga ini banyak tumbuh di pegunungan Alpen. Dimana gunung Alpen sendiri merupakan lambang kemurnian, patriotisme serta pengabdian. Negara-negara yang terikat pada simbol bunga ini mencakup wilayah-wilayah Austria, Jerman dan Swiss. Bahkan di negara Swiss bunga ini disebut sebagai bunga nasional. 

Baca juga : 15 gunung di Jawa Timur sebagai referensi pendakian 

Arti warna bunga Edelweis
Bunga edelweis berwarna putih kekuningan serta memiliki tekstur yang halus. Dalam bahasa Jerman Edelweis memiliki makna harafiah " putih dan mulia " Kemulian bunga ini menjadi alasan para pendaki untuk bisa membawanya ke rumah setelah mereka pulang dari gunung. Tercatat puluhan orang meninggal setiap tahun untuk bisa mendapatkan bunga ini di beberapa puncak gunung yang mereka daki.


Tegal alun sebagai area dengan tumbuhan edelweis terluas di Asia Tenggara
sumber foto : linisasmita 


Mitos dari bunga Edelweis
Mitos yang berkembang, khususnya di masyarakat modern adalah, siapa yang bisa memetik bunga edelweis, membawanya pulang serta memberikannya kepada orang-orang yang dicintainya, maka cinta mereka akan abadi. Selain itu pula beredar mitos bahwa bunga Edelweis merupakan bunga abadi serta tidak akan layu. Julukan bunga abadi diberikan karena adanya hormon yang bisa mencegah kerontokan bunga.

Fakta menarik dari bunga Edelweis

  1. Menjelang akhir Perang Dunia Kedua, Edelweis menjadi simbol perlawanan Jerman melawan Nazisme. "Perompak Edelweiss" adalah kelompok pekerja muda yang telah berbalik melawan Nazisme dan aktif sebagai gerilyawan perkotaan melawan rezim tersebut.
  2. Selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, para prajurit Alpine membawa sebatang edelweiss untuk mengingatkan mereka akan rumah. Hal itu sering dilakukan sebagai sebuah kebiasaan. Mereka membawa pulang bunga edelweis untuk diberikan kepada perempuan yang dikasihinya baik itu pacar atau saudara perempuan mereka. 
  3. Lagu populer terkait bunga ini berjudul "Sound of Music". Beberapa beranggapan bahwa lagu ini adalah lagu nasional. Namun pada kenyataannya lagu ini diciptakan untuk sebuah film. Kepopulerannya menyebabkannya bunga itu punah karena begitu banyak turis yang memetik bunga edelweiss
  4. Edelweiss bukanlah bunga tercantik di dunia, pesona bunga ini bukanlah dari bentuk namun dari filosofi serta makna yang terkandung di dalamnya. Sejarah bunga ini mengalahkan kecantikan dalam arti harafiah. 
  5. Terlepas dari karakteristiknya sebagai bunga dengan warna yang tidak mencolok, bagi masyarakat negara Swiss, bunga edelweis sangat dihargai sebagai lambang kemurnian ( bunga ini di negara Swiss dilindungi oleh undang-undang ). Pada Konferensi Internasional Klub Alpine di Obwalden, Swiss (1878) bersamaan dengan pemerintah Austria, Swiss, Jerman dan Italia, Edelweiss dilindungi di sebagian besar Pegunungan Alpen Eropa di mana populasinya telah berkurang seiring dengan maraknya kegiatan hiking di Eropa.
  6. Memetik bunga secara konstan dari tanaman edelweis akan menyebabkannya cepat mati. Dengan kata lain, lihat, tapi jangan sentuh
  7. Bunga Edelweis versi luar negeri dan versi indonesia berbeda, jika di luar negeri bunga abadi adalah bunga Leontopodium Alpinum yang disebut sebagai edelweis. Sedangkan edelweis Indonesia adalah Anaphalis Javanica. Bunga ini sering kita temukan tumbuh subur di beberapa puncak gunung terutama gunung yang berada di pulau Jawa.
  8. Mengapa bunga edelweiss hanya bisa tumbuh di dataran tinggi serta beberapa puncak dari gunung atau pegunungan adalah, karena tumbuhan ini memerlukan sinar matahari secara konstan. 
  9. Bunga Edelweis bisa tumbuh sampai setinggi kurang lebih 8 meter, namun rata-rata tumbuhan ini hanya memiliki ketinggian sekitar 1 meter. Waktu yang tepat untuk melihat bunga ini bermekaran adalah di bulan April-Agustus. 
  10. Dahulu razia terhadap para pendaki yang nekad membawa bunga ini seringkali dilakukan, hukuman terhadap para pendaki yang nekad diantaranya : Membawa dan memunguti sampah di area pegunungan, menganjurkan membawa kembali bunga ini di tempat asalnya di petik dan masih banyak lagi jenis hukuman yang bertujuan membuat pendaki jera. Namun sangat disayangkan saat ini sangat sedikit pos pendakian yang memberlakukan hukuman serupa.
  11. "Edelweis Jawa" atau Anaphalis Javanica merupakan tumbuhan yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan jumlah. Hal ini diakibatkan karena banyaknya pendaki gunung yang memetik serta membawanya pulang untuk dijadikan souvenir. Selain itu, perubahan iklim disinyalir merupakan penyebab lain menurunnya populasi bunga edelweis.
  12. Saat ini, tumbuhan edelweis jawa atau Anaphalis Javanica sudah dapat dibudidayakan terutama di daerah dataran tinggi. Di daerah Dataran Tinggi Dieng para petani edelweis bisa membudidayakan tumbuhan ini dengan cara menanam anakan yang tumbuh dari biji dan tersebar di sekitar pohon induknya serta ditanam di daerah dataran tinggi lebih dari 1000 mdpl serta ditanam di media tanah liat berkapur atau berpasir dengan pH ( keasaman tanah ) antara 4 - 7.
  13. Dalam dunia medis, bunga Edelweis memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai zat anti penuaan, pengobatan sakit perut, aerophagia, amnesia, Alzheimer, reaksi alergi serta alkoholisme. 
  14. Indonesia memiliki gunung yang memiliki pemandangan edelweis terindah serta ditumbuhi tanaman edelweis terluas di Asia Tenggara yakni di Tegal Alun Gunung Papandayan. Total luas Tegal Alun berkisar 32 hektar. Area ini memiliki keistimewaan dimana hampir di seluruh area kita bisa mendapati tanaman edelweis tumbuh secara liar.
  15. Beberapa fakta mengenai bunga edelweis jarang diketahui oleh pendaki. Beberapa pendaki hanya mengerti bunga edelweis sebagai bunga lambang keabadian tanpa mengetahui asal-usul serta cerita dibalik keindahannya. 

Bunga Edelweis, bunga cantik yang memiliki banyak mitos serta sejarah yang panjang. Meskipun Edelweis di Indonesia berbeda dengan bunga edelweis yang dimaksudkan, namun kita wajib bersyukur karena kita memiliki tanaman khas ketinggian ( Anaphalis Javanicasebagai bunga edelweis Indonesia yang tersebar di pulau Jawa, Sumatra dan Kepulauan Nusa Tenggara dan Sulawesi. Sudah menjadi kewajiban bagi kita menjaga serta melestarikan tumbuhan ini sebagai kekayaan alam bumi Indonesia. 

Mengetahui fakta yang ada, apakah rekan-rekan pendaki masih saja berniat mengambil bunga Edelweis ketika mendaki gunung?? Akankah rekan-rekan hanya menyisakan cerita untuk anak cucu kita nanti tentang bunga ini? Tidak menutup kemungkinan, akibat ulah pendaki yang tidak bertanggung jawab, kelestarian bunga ini bisa terancam dan mengakibatkan kepunahan.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "15 fakta, mitos dan filosofi bunga edelweis, pendaki harus mengetahui hal ini"

Post a Comment