7 cara menentukan arah mata angin tanpa kompas

Kemampuan mengetahui arah mata angin tanpa menggunakan alat bantu kompas merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pendaki gunung atau seorang petualang. Mengapa demikian? Adakalanya kita seringkali dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak menguntungkan, dimana kemampuan navigasi kita diperlukan seperti pada saat kita terpisah dari rombongan yang membawa kompas, pada saat tersesat ataupun disaat alat navigasi ( kompas & gps ) yang kita gunakan tiba-tiba hilang atau rusak.

cara menentukan arah mata angin tanpa kompas

Selama ini untuk menentukan arah mata angin, seringkali kita dibantu dengan peta ataupun kompas. Namun demikian alam dan seisinya yang diciptakan Tuhan dapat kita jadikan suatu alat yang berguna sebagai petunjuk untuk membantu dalam menentukan arah. Sejak beribu tahun lamanya, nenek moyang kita sudah mengenal berbagai cara untuk mengetahui arah mata angin dengan memanfaatkan beberapa fenomena alam di sekitar kita. Dalam hal ini kita akan mempelajari 7 cara menentukan mata angin tanpa menggunakan kompas dengan menggunakan alat bantu yang sering kita gunakan sehari-hari.Cara yang kita pakai diantaranya : 

1. Pengetahuan perbintangan.  Pengetahuan perbintangan sudah lama dimanfaatkan oleh manusia guna menentukan arah mata angin. Sampai saat inipun cara ini masih sering digunakan terutama oleh nelayan-nelayan tradisional. Bintang yang bisa kita jadikan patokan guna menentukan arah mata angin diantaranya : 

Rasi bintang Orion dan rasi bintang Pari 

  • Rasi Bintang pari ( Zuider Kruis, Bld ) rasi bintang Crux, bintang salib atau gubug penceng. Bintang ini memiliki bentuk seperti salib, yang dapat dijadikan petunjuk adalah : Perpanjangan garis vertikal yang memotong garis horizontal di kaki langit, dari titik pengamat ke titik pertemuan tersebut adalah yang dimaksud dengan arah selatan.
  • Bintak belantik ( orion ). Bintang ini di Tanah Jawa kira-kira berada di Rembang, jadi terbit di timur dan terbenam di sisi barat.
2. Melalui tanda alam. Cara kedua untuk mengetahui arah mata angin tanpa menggunakan kompas adalah dengan mengamati tanda-tanda alam. Tanda alam yang bisa kita temukan dengan mudah adalah kuburan. Dalam hal ini kuburan Islam mempunyai bentuk yang membujur dari utara ke selatan. Bentuk kepala ( berada di sisi utara ) biasanya ditandai dengan sepotong kayu atau batu.

3. Masjid yang menghadap ke kiblat. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk mengetahi arah mata angin ketika kita tersesat. Masjid yang berada di negara Indonesia baik itu di desa maupun di kota rata-rata mengahadap ke sisi barat laut. 

4. Menggunakan pepohonan. Pada pepohonan, lumut yang tumbuh dapat menunjukkan arah mata angin. Biasanya lumut yang tebal menunjukkan ke arah timur karena lebih banyak terkena paparan sinar matahari. Sedangkan sisi pohon yang lumutnya sedikit menunjukkan arah barat karena rendahnya intensitas sinar matahari yang diterimanya. 

5. Menggunakan arloji. Arloji yang sering kita gunakan dapat juga membantu kita untuk menunjukkan arah. Berkebalikan dengan pohon, arloji hanya dapat menunjukkan arah utara dan arah selatan. Cara yang dapat kita lakukan sebagai berikut :



Putarlah jarum pendek, arahkan ke matahari. Garis yang membagi sudut antara 12 dengan jarum pendek tersebut adalah arah utara, jika kita berada di daerah utara ekuator atau khatulistiwa. Namun, jika kita berada di daerah selatan ekuator dengan cara yang sama makan kita akan bisa memperoleh arah selatan. Di negara Indonesia, bila hal ini diterapkan maka garis pembagi antara angka 12 dan sudut matahari menunjukkan arah utara dan selatan. 

6. Menunjukkan arah dengan matahari. Matahari dapat kita gunakan sebagai upaya untuk menunjukkan arah apabila kita tersesat. Dalam beberapa hal, menggunakan matahari sebagai pathokan arah memang memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya apabila musim penghujan dimana matahari seringkali tertutup oleh awan, selain itu kita juga harus bisa lokasi kita diantara garis khatulistiwa.

  • Untuk tempat di sebelah selatan Khatulistiwa. Matahari terbit pada permulaan bulan maret dan pertengahan Oktober di timur dan terbenam di sisi barat. Sedangkan diantara bulan Maret sampai Oktober, matahari terletak pada : 
          Jam 09:00 Menunjuk pada arah timur laut  
          Jam 12:00 Menunjuk pada arah utara
          Jam 15:00 Menunjuk pada arah barat laut

          Dari pertengahan bulan Oktober sampai bulan Maret :

          Jam 09:00 Menunjuk pada arah tenggara
          Jam 12:00 Menunjuk pada arah selatan
          Jam 15:00 Menunjuk pada arah barat daya

  • Untuk tempat-tempat yang di dekat garis Khatulistiwa. Pada tanggal 21 maret sampai tanggal 23 September, matahari terbit dan tenggelam di barat. Antara 21 Maret sampai 23 September : 
          Jam 09:00 Menunjuk pada arah tenggara
          Jam 12:00 Menunjuk pada arah barat laut

          Antara 23 September dan 21 Maret :

          Jam 09:00 Menunjuk pada arah tenggara
          Jam 12:00 Menunjuk pada arah selatan
          Jam 15:00 Menunjuk pada arah barat daya

  • Untuk tempat-tempat yang berada di sebelah utara garis Khatulistiwa. Pada tanggal 21 maret sampai tanggal 23 September, beberapa tempat letaknya semakin dekat dengan khatulistiwa. 
          Antara bulan April dan september

          Jam 09:00 Menunjuk pada arah timur
          Jam 12:00 Menunjuk pada arah utara
          Jam 15:00 Menunjuk pada arah barat laut

          Antara bulan september sampai dengan bulan april
          Jam 09:00 Menunjuk pada arah tenggara
          Jam 12:00 Menunjuk pada arah selatan
          Jam 15:00 Menunjuk pada arah barat daya

7. Menggunakan jarum dan media air. Jarum dapat kita gunakan sebagai media untuk menunjukkan arah mata angin.  Dalam hal ini yang perlu kita lakukan adalah merubah jarum menjadi magnet dengan cara konduksi. Pertama-tama jarum kita gosokkan pada sebuah magnet, lalu kita tancapkan jarum tersebut atau meletakkannya pada sebuah kertas yang mengapung, maka kedua ujung jarum akan menunjukkan arah utara dan selatan. Dalam hal ini kita mengambil sifat kutub pada medan magnet yang selalu menghadap ke arah utara. Hal yang sama dengan prinsip kerja jarum pada sebuah kompas.


Itulah tadi 7 cara mengetahui arah mata angin tanpa menggunakan kompas. Pengetahuan-pengetahuan seperti ini penting untuk kita ketahui karena tidak selamanya kita bergantung pada alat yang kita bawa. Bawalah barang-barang sederhana yang mungkin itu berguna bagi anda ketika berada pada keadaan yang darurat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. 





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 cara menentukan arah mata angin tanpa kompas "

Post a Comment