Kesulitan yang sering dialami oleh pendaki wanita

Kesulitan yang sering dialami oleh pendaki wanita

Kesulitan yang sering dialami oleh pendaki wanita. Gunung memang seperti mempunyai magnet tersendiri bagi sebagian orang yang menyukai keindahan akan alam dan tantangan. Tidak hanya kaum adam saja yang menyukai hoby mendaki gunung, sebagian wanita juga menyukai hoby yang termasuk hoby yang membutuhkan perjuangan serta fisik yang kuat ini. Bagi seorang wanita, tidak hanya fisik saja yang menjadi permasalahan utama dalam upayanya menyalurkan hobynya tersebut, namun ada beberapa kesulitan-kesulitan yang sebagian wanita justru memendamnya dan sengaja tidak ia ceritakan kepada temannya. 

Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh pendaki wanita disini berdasarkan pengalaman admin ruang pendaki yang seringkali melakukan pendakian bersama dengan rekan-rekan wanita. Bila sahabat punya pengalaman lain silahkan memberikan komentar tentang pengalaman yang pernah dialami.

Meminta ijin kepada orang tua adalah suatu perjuangan

Sebagai orang tua tentu akan merasa khawatir bila anak gadisnya melakukan perjalanan di alam bebas dalam waktu beberapa hari. Seringkali kamu akan diberi banyak pertanyaan sebelum orang tua mengijinkanmu pergi. Kekhawatiran orang tua adalah hal yang wajar dan sahabat harus dapat memakluminya. Beberapa diantaranya bahkan ada yang berbohong kepada orang tuanya dengan menginap di rumah teman, bagi saya pribadi, tindakan tersebut kurang tepat. Lebih baik berkata apa adanya kepada orang tua kita. Tips agar mendapat ijin dengan mudah adalah dengan mengenalkan rekan yang akan bersamamu dalam melakukan perjalanan pendakian. Jangan lupa meninggalkan nomor kontak rekanmu kepada orang tua, agar bilamana nomor hpmu tidak bisa diubungi, orang tua dapat menghubungi rekan yang melakukan perjalanan bersamamu. 

Susahnya mencari rekan wanita yang memiliki hoby yang sama

Dalam sebuah pesan di blackberry mesanger :

Bayu   : Tanggal 18 besok ke gunung andong yuk nit, mau ga ?!

Anita   : 18 Juli ya? kayake asik tuh.. tanggal 18 pas aq ada libur. Kalo boleh tau siapa aja yang ikut ?

Bayu   : Kalo mau ikut kita bisa berangkat bareng, naik bus aja dari Yogya aja....yang ikut sementara, aku, Eliab, Rahmad sama Bona.

Anita   : Ga ada yang cewek ya? Kalo g ada aku g ikut aja. maaf....

Seringkali saya mempunyai pengalaman seperti percakapan diatas. Bagi seorang cewek tentu akan sangat canggung bila melakukan perjalanan seorang diri di antara cowok-cowok. Biasanya rekan cewek akan mencari teman untuk menemaninya dalam pendakian. Namun masih banyak yang kesulitan mencari rekan yang mempunyai hoby yang sama dan mau diajak berpetualang. Cara agar mudah mencari rekan dengan hoby yang sama, sahabat bisa bergabung dengan komunitas-komunitas pendaki gunung. Baik itu di lingkungan kampus ataupun berkenalan di forum pada jejaring sosial. Dengan cara diatas selain bisa mendapat rekan baru, juga dapat mengetahui event yang akan diadakan komunitas tersebut.

Kesulitan mencari tempat untuk buang air

Hampir semua pendaki baik itu cowok ataupun cewek memiliki masalah yang sama, yakni kesulitan mencari tempat dan waktu yang tepat untuk buang air. Kesulitan ini akan sangat dirasakan pada seorang cewek. Untuk cowok akan lebih mudah, karena rata-rata cowok lebih praktis dalam memenuhi kebutuhan eliminasinya tersebut. Seorang cewek tentunya mempertimbangkan banyak hal dalam memilih tempat serta waktu yang sesuai. 

Beradaptasi pada kelompok yang beranggotakan cowok adalah suatu keharusan

Dalam melakukan suatu pendakian tentunya seorang cewek tidak melakukannya sendiri tanpa bantuan cowok, meskipun memang ada satu kelompok pendaki yang beranggota cewek semua, namun kebanyakan satu kelompok pendaki didominasi oleh cowok. Bagi seorang cewek ada baiknya bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang beranggotakan kaum laki-laki. Memang ada beberapa keuntungan tersendiri bila kita melakukan pendakian dengan didominasi cowok, salah satunya mereka loyal dan suka memberi bantuan misalnya membawa tenda, mau membagi beban carrier bahkan membawakan barang-barangnya sehingga beban carrier si cewek menjadi ringan. Namun kamu juga harus bisa memaklumi tingkah dan kelakuan konyol mereka di sepanjang perjalanan. Bagi saya pribadi mengajak cewek dalam perjalanan pendakian merupakan suatu berkah, bagaimana tidak, mereka dengan senang hati menyiapkan minuman, dengan terampilnya  memasak makanan yang mungkin bila saya lakukan sendiri rasa makanan tersebut g karuan.

Susahnya menjaga kebersihan diri 

Mukaku tambah item gak? keliatan gosong gak ? Pertanyaan seperti itu seringkali dilontarkan oleh rekan wanita setelah selesai pendakian dan ketika melakukan perjalanan pulang. Wanita dengan segala kelebihannya adalah seorang pribadi yang unik. Seorang wanita akan lebih memperhatikan kebersihan dirinya dibandingkan dengan laki-laki, memang tidak semuanya seperti itu, namun fakta berkata demikian. Bila laki-laki bepergian cukup membawa logistik, baju hangat, serta beberapa alat survival, berbeda dengan wanita. Wanita senantiasa menjaga penampilan dirinya, dan akan merasa tidak percaya diri bila tidak merias diri. Selain logistik, baju ganti tentunya seorang wanita juga membawa peralatan untuk merawat dirinya. 


Mendaki gunung ketika menstruasi merupakan dilema tersendiri

Kesulitan lainnya yang sering dialami oleh pendaki wanita adalah ketika menghadapi menstruasi. Bagi seorang laki-laki kegiatan di alam bebas seringkali tidak menjadi masalah. Berbeda dengan seorang wanita. Mengetahui jadwal pendakian bersamaan dengan waktu menstruasi membuat dilema tersendiri. Takut akan kelelahan, nyeri perut yang mendadak dan takut akan merepotkan orang lain tentu akan dirasakan oleh mereka, belum lagi masalah akan muncul ketika tidak adanya tempat untuk mengganti pembalut.  Hal-hal tersebut ditambah lagi dengan mitos di beberapa tempat yang melarang seorang wanita mengunjungi atau melintasi tempat tersebut. Nah kembali ke diri kita masing-masing dalam menyingkapinya, karena hanya diri kitalah sendiri yang dapat mengukur kemampuan. Dan bagi kamu laki-laki, mengertilah seorang wanita, janganlah berburuk sangka bila rekanmu wanita yang biasanya ikut pendakian tiba-tiba tidak ikut karena suatu hal yang tidak diceritakan kepadamu, karena beberapa dari mereka tentunya akan sungkan bila berkata secara terus terang.  


Kesulitan memilih peralatan pendakian yang sesuai

Entah secara naluri atau memang secara kodrati, laki-laki cenderung lebih pandai dalam memilih peralatan-peralatan atau printhilan yang diperlukan, namun tidak semuanya lho. Apalagi kamu sebagai pendaki pemula, tentu akan kebingungan dalam mencari dan memilih peralatan pendakian yang tepat. Lebih baik kamu bertanya kepada rekan yang lebih berpengalaman. syukur-syukur kamu mengajak rekan cowok yang sudah malang melintang di dunia pendakian, tentu akan sangat membantumu.  

Nah itu tadi kesulitan yang sering dialami oleh pendaki wanita. Kamu punya kesulitan lain yang sering kamu alami ? bisa disharekan disini...

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Kesulitan yang sering dialami oleh pendaki wanita"