tips memilih water bladder untuk mendaki gunung dan untuk kegiatan outdoor lainnya


Pemakaian water beadder atau kantung air dalam kegiatan mendaki gunung memang belumlah sebanyak atau belum sepopuler penggunaan water bladder untuk kegiatan bersepeda yang akhir-akhir ini sedang mengalami trend. Alasan beberapa pendaki enggan menggunakan water bladder ketika melakukan pendakian diantaranya adalah : Untuk memperoleh alat ini harus merogoh kocek karena rata-rata alat ini memiliki harga yang relatif mahal. Selain itu dirasa belum perlu menggunakannya karena dengan air yang dibawa dengan botol saja sudah cukup. Alasan lainnya adalah  susah dalam perawatannya terutama pada saat membersihkannya.

tips memilih water bladder
sumber gambar : survival-mastery.com
Namun tidak sedikit pendaki yang menggunakan alat ini untuk membawa kebutuhan airnya selama perjalanan terutama pada gunung yang memiliki track yang sulit serta memerlukan waktu pendakian yang panjang. Beberapa alasan para pendaki menggunakan water bladder adalah : memudahkan pendaki untuk mencukupi kebutuhan cairannya terutama pada gunung yang memiliki medan yang sulit sehingga sangat beresiko bilamana harus membuka carrier sekedar untuk dapat mengambil air minumnya. 

Sebelum kita membahas tentang tips memilih water bladder, sebaiknya anda mengetahui beberapa keuntungan jika anda menggunakan water bladder ketika mendaki gunung. Beberapa keuntungan tersebut diantaranya :
  1. Hemat biaya. Kita tidak perlu membeli air mineral. Sering kali kita harus membeli air mineral dalam jumlah yang banyak sebagai perbekalan kita dalam melakukan pendakian. Dengan memakai water bladder tentu akan menghemat banyak biaya sekedar untuk membeli perbekalan lainnya.
  2. Lebih ramah lingkungan. Dengan memakai water bladder otomatis sampah yang dihasilkan terutama sampah yang terbuat dari botol plastic dapat diminimalisir. Seringkali sampah-sampah tersebut kita temukan baik itu dipuncak gunung maupun disepanjang jalur pendakian. 
  3. Lebih aman digunakan. Dengan membawa air sendiri dari rumah kita mengetahui sendiri kualitas air yang akan kita konsumsi selama di perjalanan, berbeda dengan jika kita membeli air minum kemasan yang belum tentu kita ketahui keaslian air minum tersebut.

    Nah setelah mengetahui manfaat atau keuntungan dari penggunaan water bladder yang sudah sebutkan diatas, setidaknya anda sudah tidak ragu lagi untuk menggunakan water bladder selama melakukan pendakian. Selanjutnya bagaimana cara memilih waterbladder yang tepat ?! serta hal-hal apa saja yang harus dipertimbangkan ketika kita memilih sebuah water bladder. Berikut tipsnya :


    Sesuaikan dengan budget kamu

    Mengapa harus menyesuaikan dengan budet ? ya iyalah, masak kita harus membeli water bladder yang harganya mencapai satu jutaan padahal uang kita cuma beberapa ratus ribu saja. Umumnya water bladder yang mempunyai merk-merk yang berasal dari eropa memiliki harga yang mahal. Kamu dapat membeli water bladder produksi China ataupun produk dari dalam negeri. Memang ada water bladder produk dari dalam negeri ada? Tentu ada, sebut saja water bladder keluaran dari Consina. Produsen perlengkapan peralatan outdoor dari Indonesia ini sudah memproduksi beberapa jenis perlengkapan untuk keperluan kegiatan outdoor. Salah satu produknya adalah water bladder. 

    Ukuran

    Hal yang paling penting dalam membeli sebuah water bladder adalah menyesuaikan kebutuhan kita dengan ukuran water bladder yang akan kita beli. Pertimbangkan pula berapa lama anda mendaki gunung, apakah carrier kita support untuk penyimpanan sebuah water bladder. Dan bila carrier kita sudah dilengkapi dengan space atau wadah sebagai tempat penyimpanan water bladder, berapa banyak ukuran atau space yang disediakan oleh carrier kita? Hal ini perlu kita perhatikan supaya anda tidak salah membeli ukuran water. 

    Sebagai acuan, jika anda mendaki gunung yang memerlukan waktu pendakian selama 2 hari satu malam anda bisa membeli water bladder dengan ukuran 4 liter. 4 liter tersebut terdengar sangatlah banyak namun pada prakteknya water bladder dengan kapasitas 4 liter cukup ideal jika kita bawa saat melakukan pendakian yang membutuhkan waktu yang tidak cukup lama. Selain ukuran 4 liter, seringkali kita menemui water bladder dengan ukuran yang lebih kecil seperti ukuran 3 liter. Ukuran 3 liter bagi saya adalah ukuran yang sangat tanggung. 


    Pertimbangkan ukuran tutup water bladder

    Beberapa tahun lalu, mungkin masih sangat sedikit yang menggunakan water bladder dan jenis-jenis water bladder yang tersedia pun masih sangat minim terutama dalam modelnya. Beberapa jenis water bladder memiliki penutup yang cukup besar sebagai pintu masuk kita untuk dapat mengisi air di dalamnya, namun tutup tersebut tidak cukup besar bagi tangan kita untuk masuk ke dalamnya guna keperluan membersihkannya. Alhasil kita harus membersihkannya dengan cara digantung secara terbalik agar air sisa di dalam water bladder dapat keluar sepenuhnya. Hal itu cukup memakan waktu karena harus menunggu beberapa hari sampai mendapatkan water bladder tersebut benar-benar kering. Belum lagi resiko terjadinya jamur jika kita membersihkannya tidak benar dan masih menyisakan kotoran di dalamnya.

    sumber gambar : survival-mastery.com
    Saat ini beberapa water bladder didesain memiliki tutup yang lebar dan besar, sehingga tidak menyulitkan kita untuk membersihkan bagian dalamnya. Namun anda juga harus mengetahui resiko memilih water bladder dengan ukuran tutup yang lebih besar. Beberapa resiko dapat muncul, seperti resiko kebocoran akan lebih tinggi dibandingkan dengan water bladder yang memiliki ukuran tutup lebih kecil.


    Katup penutup

    Semua water bladder memiliki katup yang penggunaannya kita gigit atau. cara penggunaannya adalah menggigit ujung selang dan menghisapnya untuk mendapatkan air yang tersimpan dari dalam tas carrier. Pastikan katup ini berfungsi dengan baik. Katup ini sebaiknya memiliki bagian penutup ( off ) yang berfungsi untuk menghentikan air yang keluar dari dalam selang ketika anda tidak membutuhkannya. 

    Mengapa sebuah water bladder harus dilengkapi dengan bagian tersebut? Karena jika water bladder tidak dilengkapi dengan katup maka air dapat keluar melalui selang dengan secara tidak disengaja, misalkan ketika anda memindahkan water bladder dari dalam tas anda ke dalam mobil dalam kondisi penuh dengan air dan bagian ujung selang tersebut tertekan. Maka air dapat merembes keluar. Berbeda jika anda membeli sebuah water bladder dengan dilengkapi katup, maka resiko air dapat merembes keluar akan jauh lebih kecil.

    Pertimbangkan pula membeli water bladder yang dapat diganti ujung katupnya dan mudah dalam membeli partnya, karena seiring dengan penggunaannya lama kelamaan bagian ini akan rusak dan air dapat merembes dengan sendirinya. Dengan membeli water bladder yang dapat diganti bagian ujungnya maka anda masih bisa menggunakannya tanpa harus membeli dengan yang baru karena bagian katup yang rusak dapat anda perbaiki atau anda ganti dengan part baru.


    Pilih water bladder yang mudah perawatannya

    Dalam hal ini pilihlah water bladder yang dapat dengan mudah dilepas bagian-bagiannya misalnya selang yang mudah dilepas dan dibersihkan. Denganbegitu maka anda tidak perlu bersusah-susah dalam membersihkannya dan dalam penyimpananannya. Beberapa water bladder tidak bisa dilepas pada bagian selangnya sehingga akan menyusahkan anda baik itu ketika ingin membersihkannya ataupun ketika menyimpannya. Selain sulit dalam membersihkannya juga akan sulit mengering. Selain itu selang dapat tertekuk dalam waktu yang lama ketika disimpan dan hal ini dapat menimbulkan kerusakan karena selang akan dapat beresiko patah.

    Memilih water bladder yang dapat dilepas pada bagian-bagiannya tentu akan menambah kompleksitas dan beresiko terjadi kebocoran, namun jika anda menggunakannya secara benar, melakukan perawatan secara benar maka resiko ini dapat diminimalisir.

    Beberapa fitur tambahan yang perlu anda perhatikan


    • Isolasi : Bila anda memiliki rencana menggunakan water bladder pada daerah yang sangat dingin dan bersalju maka sebaiknya anda melengkapi water bladder dengan tabung yang terisolasi sehingga saat akan digunakan bagian katup tidak akan membeku. Pertimbangkan pula penggunaan seservoir air yang terisolasi. Namun bila anda menggunakannya pada pegunungan yang memiliki iklim tropis seperti di Indonesia, hal ini tidak perlu dilakukan.

    • Memiliki stabilisasi yang baik. Untuk mengetahui bahwa water bladder memiliki stabilisasi yang baik  maka anda perlu mencobanya dan meletakkan di ruang penyimpanan di dalam carrier anda. Pastikan water bladder dapat tersimpan dalam kondisi yang benar serta tidak menggantung.

    • Pastikan water bladder anda bebas BPA. Penggunaan bahan BPA sudah dilarang karena dalam jangka waktu yang lama, penggunaan produk yang mengandung BPA akan menyebabkan gangguan atau masalah kesehatan. Anda dapat melihat bahwa produk yang akan anda beli bebas BPA dengan melihat kemasan dari produk tersebut. Biasanya produsen memberikan label bebas BPA pada kemasan produk.

    • Antimicroba : Anda tidak diwajibkan membeli water bladder ini bilamana anda dapat menggunakan merawat water bladder anda dengan baik dan benar.
    • Memiliki pengaman atau sekrup atau pengaman di tutupnya. Beberapa merk water bladder memiliki fitur ini. Dengan adanya sekrup pada port dapat mencegah terjadinya kebocoran saat water bladder ini digunakan.
       
    Itulah tadi beberapa tips memilih water bladder. Peralatan yang kamu pakai akan awet serta berfungsi dengan semestinya apabila kamu gunakan secara tepat dan kamu rawat dengan baik. semoga artikel ini bermanfaat. 




    0 Response to "tips memilih water bladder untuk mendaki gunung dan untuk kegiatan outdoor lainnya "

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel