10 cara efektif mengatasi dingin ketika naik gunung

Seorang pendaki gunung wajib mengerti, bagaimana cara mencegah dan mengatasi udara dingin saat berada di gunung atau berada di alam terbuka. Bahaya terjadinya hipotermi merupakan salah satu dari 12 bahaya yang dapat mengancam keselamatan seorang pendaki gunung yang bisa diakibatkan karena udara dingin. 

tips mencegah dan mengatasi udara dingin saat di gunung


Dalam upaya untuk mencegah dan mengatasi dingin ketika naik gunung, faktor persiapan fisik mengambil peranan penting tanpa mengesampingkan persiapan alat yang cukup memadai. Lantas apa saja cara yang bisa kita tempuh untuk bisa mencegah dan mengatasi udara dingin ketika naik gunung, berikut tipsnya :

Cara 1 # Lakukan pesiapan fisik sebelum melakukan pendakian


Persiapan fisik sebelum melakukan pendakian adalah salah satu faktor penting sukses tidaknya sebuah pendakian. Melakukan olahraga seperti joging di pagi hari adalah cara yang tepat untuk melatih tubuh kita agar siap menghadapi medan yang menanjak, suhu yang dingin serta udara yang semakin tipis. Olahraga dapat meningkatkan detak jantung kita, hal tersebut dapat membantu membiasakan organ jantung bekerja lebih keras. Karena pada saat kita menggigil atau mengalami kedinginan, masing-masing otot di tubuh kita secara otomatis atau bekerja secara alami memberikan sinyal ke jantung untuk memompa darah secara lebih, agar aliran darah ke jaringan lebih lancar sehingga dapat meningkatkan suhu tubuh.

Cara 2 # Lengkapi peralatanmu dengan peralatan yang safety


Dengan melengkapi peralatan pendakian dengan peralatan yang safety, setidaknya kita bisa mencegah terjadinya hipotermi pada tubuh kita. Peralatan yang sering dilupakan oleh para pendaki pemula adalah lupa membawa sarung tangan dan kaus kaki. Pada saat mendaki gunung, minimal kita membawa cadangan sarung tangan dan kaus kaki. Hal itu dimaksudkan agar kita dapat bergantian mengenakan sarung tangan dan kaus kaki yang kering pada saat istirahat, karena apabila keduanya dipakai terus menerus (saat pendakian dan pada saat istirahat ) kemungkinan akan basah karena keringat, benda basah yang menempel tubuh kita akan menyerap kalor sehingga suhu tubuh akan menurun.

Cara 3 # Makanlah dengan makanan yang mengandung tinggi kalori
Loh apa hubungan makanan dalam upaya untuk mencegah dan mengatasi udara dingin saat naik gunung? Jadi begini, kaitannya dengan sistem metabolisme tubuh kita. Dalam konteks ini, proses metabolisme sangat penting untuk menjaga suhu tubuh kita tetap hangat.



Pastikan rekan-rekan makan makanan yang mengandung tinggi kalori seperti makan makanan yang mengandung gula ( 100 gran gula dapat diproses menjadi 400 kkal )  sebelum dan saat melakukan pendakian. Makan makanan yang mengandung kalori merupakan sumber pembakaran internal yang dilakukan oleh tubuh kita untuk bisa mandapatkan kalor guna menghangatkan diri dari lingkungan yang dingin.

Cara 4 # Lakukan aklimatisasi secara cukup


Aklimatisasi merupakan proses fisiologis tubuh kita untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. Dalam hal ini, tubuh kita memerlukan waktu untuk bisa menyesuaikan diri dengan suhu di lingkungan pegunungan. Beristirahat adalah langkah yang paling efektif bagi tubuh untuk bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Proses ini sering disepelekan atau dilupakan oleh pendaki. Selain beristirahat, aklimatisasi sederhana lainnya adalah dengan melakukan gerakan-gerakan ringan seperti melakukan peregangan tubuh. Dampak jika kita tidak melakukan aklimatisasi dapat berakibat kelelahan serta hipotermi yang bisa saja terjadi setiap saat.

Cara 5 # Jangan terlalu banyak diam



Kesalahan paling sering yang dilakukan oleh pendaki pemula adalah terlalu banyak beristirahat. Istirahat selama melakukan perjalanan boleh-boleh saja namun sebaiknya jangan berlebihan, kecuali jika rekan-rekan sudah sampai di lokasi untuk mendirikan tenda serta sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih kering. Perlu kita ketahui bersama, selama melakukan pendakian, banyak keringat yang keluar dari tubuh kita dan terserap pada pakaian. Akibatnya pakaian tersebut akan basah dan menyerap kalor tubuh. Untuk menjaga agar tetap hangat, tubuh harus tetap bergerak agar bisa menghasilkan kalor guna mengimbangi kalor yang dilepaskan.

Cara 6 # Istirahat tidur dengan menggunakan pakaian yang kering


Masih terkait dengan cara berpakaian, salah satu cara untuk mengatasi udara dingin di gunung adalah menggunakan pakaian yang kering ketika melakukan istirahat. Gantilah segera pakaianmu ketika kamu ingin beristirahat, karena apabila rekan-rekan tetap menggunakan pakaian yang sama dengan pakaian yang digunakan ketika melakukan perjalanan, dapat dipastikan pakaian tersebut akan basah karena keringat dan hal tersebut bisa saja menyebabkan hipotermia.

Cara 7 # Lindungi bagian-bagian tubuh yang peka terhadap perubahan suhu
Ada baiknya rekan-rekan menutup bagian-bagian tubuh yang peka terhadap perubahan suhu seperti telinga, telapak kaki, kedua telapak tangan, leher serta pergelangan tangan. Pergelangan tangan perlu kita lindungi karena di bagian ini terdapat pembuluh darah arteri yang sangat dekat dengan permukaan kulit, dimana pembuluh darah arteri ini sangat peka terhadap perubahan suhu di lingkungan sekitar.

Cara 8 # Minumlah minuman yang hangat


Minum minumah hangat seperti minuman yang mengandung rempah bisa membantu menghangatkan badan kita dari udara dingin, selain itu sebaiknya kita tidak minum-minuman yang mengandung alkohol dikarenakan zat ini dapat meningkatkan vasolilatasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga tubuh kita justru mudah terkena hipotermia.

Cara 9 # Gunakan pakaian yang tepat, terapkan prinsip layering sistem
Dalam layering sistem kita mengenal outer layer, mid layer dan base layer. Lapisan dasar atau base layer kita bisa menggunakan pakaian dengan bahan dasar polyester. Bahan ini menawarkan kehangatan yang baik di saat kondisi dingin serta tidak terlalu berat ketika digunakan.



Penggunaan lapisan tengah atau mid layer bisa fleksibel dalam artian bisa dilepas jika udara panas atau bisa dipakai bilamana udara dingin serta yang terakhir adalah lapisan outer layer, lapisan ini berada paling luar serta berfungsi untuk menjaga tubuh kita dari terpaan angin serta air. Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca artikel tips memilih pakaian untuk hiking atau mendaki gunung.

Cara 10 # Buatlah perapian jika memang keadaan benar-benar memaksa


Mendirikan perapian atau api unggun, merupakan salah satu upaya untuk mengatasi udara dingin saat naik gunung. Penggunaan api unggun sudah tercatat sejak ribuan tahun yang lalu dilakukan oleh nenek moyang kita dengan tujuan untuk mengusir binatang buas serta menciptakan lingkungan sekitar menjadi lebih hangat. Dalam prakteknya, kita sebaiknya tidak mendirikan api unggun bila keadaan tidak benar-benar memaksa karena resiko yang ditimbulkannya bisa saja merusak lingkungan. Tidak terhitung lagi, berapa kasus kebakaran hutan di kawasan pegunungan terjadi dikarenakan ulah pendaki yang lupa mematikan api unggunnya setelah selesai digunakan.

Itulah tadi beberapa tips mencegah dan mengatasi dingin ketika di gunung. Hal yang paling penting adalah, jangan paksakan diri dengan memforsir tenaga kita. Ketahui kemampuan masing-masing, jaga agar tubuh kita tidak terlalu kelelahan, karena apabila terlalu kelelahan bisa saja kesadaran kita menurun dan sangat beresiko terjadi hipotermia apabila udara dingin datang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.



0 Response to "10 cara efektif mengatasi dingin ketika naik gunung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel