10 filosofi mendaki gunung yang membuat para pendaki terus kecanduan akan ketinggian

Mendaki gunung sejatinya bukan hanya sekedar kegiatan pergi ke gunung, melewati hutan, melalui medan yang menanjak lalu mendirikan tenda untuk esoknya berburu golden sunrise. Namun kegiatan ini sarat akan makna dan filosofi. Kegiatan mendaki gunung mengajarkan kita banyak hal, tidak hanya sekedar cinta kepada alam saja namun juga mengajarkan kita untuk bisa mengenali diri sendiri dan orang lain. Tidak percaya ??. Pernahkah kamu mendengar pepatah, " ajaklah orang mendaki gunung dan kamu akan mengerti kepribadian orang tersebut ".

 filosofi mendaki gunung

Banyak pendaki gunung telah membuktikan pepatah ini dan memang pepatah ini ada benarnya. Dengan mendaki gunung kita bisa mengenali diri kita sendiri serta mengenali kepribadian orang lain yang melakukan perjalanan bersama kita, melintasi alam, menikmati indahnya setiap jengkal tanah di bumi pertiwi ini serta menikmati canda tawa bersama dengan orang-orang yang kita kasihi. Selain memiliki filosofi terhadap diri sendiri masih banyak lagi filosofi mendaki gunung yang menyebabkan para pendaki kecanduan akan ketinggian. Mau tau apa lagi filososi mendaki gunung lainnya ?? baca artikel ini sampai lengkap ya :) 

1. # Keluar dari zona nyaman untuk bisa melihat dunia luar

 filosofi mendaki gunung

Apakah kamu seorang mahasiswa, pelajar, atau kamu seorang pegawai kantoran yang setiap hari duduk manis di ruang ber AC sambil memandang layar laptop yang berisi tentang tugas-tugas yang harus segera kamu kerjakan guna mengejar deadline ??!! Ayolah, sesekali keluarlah dari zona nyamanmu, persiapkanlah perjalanan panjang yang akan bisa membawamu tertawa lepas menikmati setiap guratan bentang alam di bumi pertiwi ini. Sesekali hiruplah udara bersih pegunungan, bukan hanya udara dingin dari AC kantor yang selama ini kamu rasakan. Dari itulah kamu bisa bersyukur, diberi kesehatan dan hidup di bumi Indonesia.


2. # Persiapan dan perencanaan yang matang adalah kunci sukses suatu pendakian tapi.....

 filosofi mendaki gunung

Dalam melakukan pendakian, jauh-jauh hari kamu sudah melakukan persiapan. Mulai dari menentukan gunung yang akan di daki, melakukan persiapan fisik, melakukan persiapan peralatan mendaki gunung serta sudah memikirkan akomodasi dari awal hingga akhir. Namun dari semuanya itu, ada hal lain yang wajib kalian lakukan yakni " Berdoa " Berdoalah supaya perjalanan kalian berjalan dengan lancar, berdoalah supaya tidak terjadi badai di gunung, berdoalah supaya semua diberi keselamatan dari awal pendakian sampai di akhir pendakian, supaya kalian bisa melihat senyum kedua orang tua kalian yang dengan setia menunggu kepulangan anaknya.

3. # Saat di alam, kamu tidak hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri

 filosofi mendaki gunung

Selama ini mungkin kamu terbiasa hidup secara mandiri dan bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, namun hal itu tidak berlaku ketika kamu berada di alam. Selain bertanggung jawab terhadap diri sendiri, kamu juga harus bertanggung jawab terhadap "rekan-rekanmu". Karena bagaimanapun juga merekalah rekanmu satu perjalanan dimana suka duka, canda tawa harus kalian lalui bersama untuk mencapai tujuan akhir, yakni "pulang dengan selamat".


4. # Saat di gunung, kamu akan dapat mengetahui mana teman yang sebenarnya dan mana yang mengaku sebagai teman 

 filosofi mendaki gunung

" Teman sejati adalah teman yang mau mengerti kalian disaat susah maupun senang dan teman sejati adalah teman yang tidak akan meninggalkan kalian hanya untuk sekedar menuruti ego semata " Disaat kalian mendaki gunung, kamu akan bisa mengetahui mana teman yang benar-benar teman sejati dan mana yang berteman karena dilandasi oleh kebutuhan mereka sendiri. Percaya atau tidak percaya, kenyataannya memang banyak dijumpai hal tersebut. Ada teman yang mau berbagi barang bawaan seperti bergantian membawa dome, atau bergantian membawa carrier yang berat. Adapula teman yang mendesain carriernya sedemikian rupa agar carriernya nampak lebih besar serta terlihat berat, harapannya tentu saja dia tidak mau menambah beban barang bawaan karena dia merasa beban carrier yang dia pakai terlihat berat padahal sebenarnya tidak. Pernah mempunyai pengalaman yang demikian ???

5. # Kamu akan merasa kecil berada di alam

 filosofi mendaki gunung

Seringkali kita menyombongkan diri dengan apa saja yang kita punyai, dengan apa saja yang mampu kita perbuat. Namun semuanya itu tidak akan berlaku ketika kita hidup di alam. Ketika berada di alam, kita akan dapat mengetahui dan menyadari bahwa diri kita sangat teramat kecil jika dibandingkan dengan semesta. Darisitu situ kita akan dapat mengetahui mahakarya dan kebaikan Tuhan Pencipta alam kepada umatnya. Dia telah menyediakan sungai bersih yang membelah pegunungan, menciptakan padang savana dengan berbagai macam bunga yang aromanya memabukkan atau melukis hamparan langit dengan pemandangan tak terbatas yang dapat kita nikmati dari puncak gunung. Semuanya diciptakan atas kebaikanNya untuk manusia, dan manusia tidak boleh bermegah hati serta harus tetap merawat alam ini agar kehidupan tetap lestari.


6. # Sesekali hiduplah menyatu dengan alam, tinggalkanlah sejenak media sosial

 filosofi mendaki gunung

Kita hidup di zaman modern dimana kita sangat bergantung pada teknologi. Kemajuan jaman sedemikian pesat memaksa kita harus bisa mengikuti perkembangan IPTEK yang kadang menjebak kita pada sebuah sistem kehidupan. Adakalanya kita jenuh dengan semua ini. Meskipun kita tidak akan bisa lepas dari teknologi, namun kita bisa mencari ketenangan dari hiruk pikuk kehidupan dengan menyatu dengan alam. Alam telah mengundang kita dari tempat hunian kita untuk kembali hidup harmonis dengannya. Memberikan ketenangan kepada kita yang memungkinkan kita untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting di dalam kehidupan ini. 


7. # Kamu akan sadar bahwa keutuhan kelompok jauh lebih penting dibandingkan ego semata.

 filosofi mendaki gunung

Disaat awal pendakian, penulis yakin, rata-rata menargetkan puncak sebagai tujuan utama suatu pendakian, namun terkadang kita harus bisa berfikir secara bijaksana serta dewasa ketika keadaan tidak memihak kepada kita, seperti ada anggota yang kelelahan, alam yang tidak bersahabat dengan turunnya badai. Sedangkan secara fisik kita yakin kita bisa melanjutkan perjalanan untuk bisa sampai ke puncak gunung. Disitulah kita harus bisa bijaksana dalam menentukan pilihan, apakah mau melanjutkan perjalanan atau menunda perjalanan dengan tetap menjaga keutuhan untuk menemani anggota yang sakit.

8. # Dari mendaki gunung kalian bisa belajar untuk bisa berdamai dengan keadaan


Untuk bisa mencapai puncak gunung, entah berapa ribu langkah harus kalian jalani, berapa jam harus kalian tempuh serta berapa peluh yang harus kalian keluarkan. Perjuangan yang paling berat tentunya adalah mengalahkan ego kita masing-masing dan perjuangan untuk berdamai dengan keadaan. Berdamailah dengan keadaan dimana raga kalian sudah tidak mampu melangkah, berdamailah dengan keadaan dimana alam tidak memihak kepada kalian. Sadarlah puncak hanyalah bonus sedangkan tujuan utama kalian adalah pulang dengan selamat.

9. # Mendaki gunung mengajarkan bahwa sebuah kesuksesan hanya bisa diperoleh dengan kerja keras dan penuh dengan pengorbanan. 



Meniti jalanan setapak menuju ke puncak gunung merupakan sebuah proses yang harus dilalui oleh pendaki. Proses ini tidaklah mudah, adakalanya kita berhenti di tengah jalan karena tidak yakin terhadap diri kita sendiri atau karena kurang sabar dalam menjalani proses yang ada. Darisitu kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk bisa memperoleh, kesuksesan, kejayaan, dan keberhasilan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses yang panjang yang harus kita tempuh, semua proses itu memerlukan pengorbanan baik itu, tenaga, pikiran, waktu serta materi. 


10. # Mendaki gunung mengajarkan pada kita bahwa pulang dengan selamat adalah sebuah tujuan akhir



Apakah tujuan utama dari kegiatan pendakian yang kamu lakukan selama ini ? Mencapai puncak? melihat hamparan bunga edelweis di lereng gunung? atau melihat terbitnya sang mentari di ufuk timur bumi pertiwi ? Jika rekan-rekan pendaki masih berfikir demikian maka ketahuilah bahwa di rumah yang kalian tinggalkan, ada orang yang setia menunggu kepulangan anaknya, orang yang selalu membuka handphone berharap ada kabar dari anaknya. Bagaiamana keadaannya ? sampai mana ? kapan pulangnya ? apakah semua baik-baik saja ?, dan masih ada banyak pertanyaan lain lagi yang dipendam oleh orang tua selagi anaknya belum sampai di rumah. Dari situ, ketahuilah bahwa puncak gunung bukanlah segalanya, puncak gunung bukan tujuan utama yang harus kalian capai namun pulang dengan keadaan selamat adalah hal yang jauh lebih penting sedangkan puncak adalah sebuah bonus dari perjalanan yang kalian lakukan.       


Itulah 10 dari sekian banyak filosofi mendaki gunung yang berhasil ruang pendaki rangkum. Tentu masih ada banyak lagi filosofi mendaki gunung yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu. Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ya !!!

0 Response to "10 filosofi mendaki gunung yang membuat para pendaki terus kecanduan akan ketinggian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel