Bunga ungu di Oro - oro Ombo Gunung Semeru ternyata bukan bunga lavender


Salah satu pesona dari gunung Semeru adalah adanya bunga berwarna ungu yang banyak dijumpai di Kawasan Oro-oro Ombo. Bagi yang belum mengetahui tentang Oro-oro Ombo. Oro-oro ombo adalah Kawasan yang memiliki luas lebih dari 20 hektare dan terletak setelah Ranukumbolo atau setelah tanjakan cinta. Bagi pendaki yang akan menuju ke Kalimati, tentu saja pendaki akan melewati area ini. Area ini berjarak kurang lebih 11 km dari Ranupani serta membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam perjalanan.

Bunga ungu di Oro - oro Ombo Gunung Semeru ternyata bukan bunga lavender
sumber : Ig Johan Hutabarat


Kawasan Oro-oro Ombo seakan menyajikan keindahan tersendiri dibandingkan dengan Kawasan lain di Gunung Semeru. Terlebih pada saat banyaknya bunga berwarna ungu yang bermekaran menambah keindahan padang savananya yang ada. Banyak pendaki yang beranggapan bahwa bunga berwarna ungu tersebut adalah bunga Lavender. Entah, darimana asal muasal informasi tersebut, namun kenyataannya adalah, bunga dengan tinggi kurang lebih 2 meter yang banyak tumbuh di kawasan Oro-Oro ombo bukanlah bunga lavender yang dimaksudkan melainkan bunga Verbena



Bunga Verbena memiliki nama latin Verbena Brasiliensis. Berdasarkan namanya, bunga yang berasal dari keluarga vervain (Verbenaceae) ini disinyalir berasal dari negara Brasilia di negara Amerika bagian selatan. Karakteristik bunga ini adalah memiliki batang yang tegak, memiliki panjang atau tinggi berkisar antara 1,5-2 meter, dan bisa baradaptasi dengan mudah di lahan dengan kelembapan tinggi maupun di lahan yang sangat kering. Bunga verbena memiliki daun yang sempit serta memiliki panjang daun berkisar antara 40-50 mm serta lebar 10 mm. Bunga ini juga memiliki karakteristik berumur pendek dan memiliki kemampuan invasiv terhadap tumbuhan pribumi lainnya, sehingga keberadaannya mampu merusak ekosistem yang ada. 

Bunga ini menjadi ancaman tersendiri bagi ekosistem di sekitarnya karena dapat menyebar dengan cepat dan membentuk populasi baru sehingga mematikan tumbuhan di sekitarnya. Penyebaran bunga ini sangat cepat karena benih-benihnya dapat terbang terbawa angin, air atau hewan yang kebetulan memakan bijinya. Dilihat dari kejauhan, memang bunga ini akan terlihat seperti bunga lavender, oleh karenanya banyak orang yang seringkali tertipu dengan bunga ini, termasuk di Kawasan Oro-Oro Ombo Gunung Semeru. 


Bunga verbena di Kawasan Gunung Semeru tumbuh dengan subur dan setidaknya telah menyebar seluas 20 hektare terutama di Kawasan Oro-Oro Ombo. Untuk mengendalikan penyebarannya agar tidak semakin meluas, TNBS memperbolehkan para pendaki untuk memetiknya dengan catatan mengisolasikannya dengan membawa turun serta tidak membuangnya sembarangan dan tidak meninggalkannya tercecer di tempat lain. Menurut beberapa sumber, masuknya bunga verbena di Kawasan  gunung Semeru merupakan campur tangan manusia. Bunga ini diduga masuk di Kawasan TNBS pada masa Kolonial Belanda, dimana pada saat itu terdapat seorang ahli Botani yang hidup dan tinggal di Kawasan Nongkojajar Pasuruan. Dia seringkali membawa dan mendatangkan tanaman yang berasal dari luar negeri, termasuk bunga Verbena Brasiliensis yang begitu cepat menyebar di Kawasan Oro-Oro Ombo Gunung Semeru.

Dibalik keindahannya, Bunga ungu di Oro-Oro Ombo Gunung Semeru ternyata merugikan ekosistem sekitarnya. Karena itu, bagi rekan-rekan yang melintas di Kawasan Oro-Oro Ombo, selain selfie, jangan ragu untuk memetik dan membawa bunga ini ke dalam ransel. Karena hal ini dianjurkan oleh TNBS. Dengan tindakan kecil ini, kita bisa membantu penyebaran bunga verbena dengan catatan jangan sampai bunga ini tercecer di tempat lain. Salam.      
   

0 Response to "Bunga ungu di Oro - oro Ombo Gunung Semeru ternyata bukan bunga lavender"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel