Jalur pendakian gunung Penanggungan via Jolotundo, jalur penuh peninggalan sejarah

Pendakian Gunung Penanggungan merupakan salah satu Gunung yang terletak di Jawa Timur. Terletak kurang lebih 55 km dari kota Surabaya, gunung ini menjadi gunung favorit untuk didaki. Memiliki ketinggian kurang lebih 1.653 mdpl, gunung Penanggungan memiliki status tertidur, dalam artian gunung ini bisa sewaktu-waktu melakukan aktivitas vulcanik. Gunung Penanggungan menurut mitos merupakan bagian dari Gunung Semeru yang terletak di Kawasan TNBS. Menurut mitos, karena pada waktu itu Pulau Jawa tidak stabil dan cenderung miring, meskipun Gunung Meru dipindahkan ke tanah Jawa, maka Dewa memotong bagian dari Gunung Meru dan menempatkannya di sisi Barat Laut. Hasil potongan tersebutlah yang kita kenal sebagai gunung Penanggungan saat ini. Gunung Penanggungan setidaknya memiliki 5 jalur jalur pendakian untuk bisa mencapai puncaknya. Kelima Jalur pendakian tersebut diantaranya : 

Jalur pendakian gunung Penanggungan via Jolotundo
Puncak bayangan Gunung Penanggungan
sumber : Ig Pendakigunung 

  1. Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo
  2. Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Trawas ( Jalur Selatan )
  3. Jalur pendakian Gunung Penanggungan via Kedungudi ( Barat daya )
  4. Jalur Ngoro ( Jalur utara )
  5. Jalur Wonosunyo ( Jalur Timur )


Gunung Pananggungan merupakan suatu kawasan yang terkenal kaya akan situs peninggalan purbakala. Tercatat sudah ada 81 situs candi dan 50 situs punden berundak yang ditemukan di gunung yang memiliki tinggi 1659 meter di atas permukaan laut ini. Beberapa situs yang terkenal diantaranya adalah Petirtaan Jolotundo, Candi Gentong, Candi Sinta dan Candi Putri itu sendiri. Gunung Penanggungan diperkirakan menjadi pusat pemujaan (suci) pada abad ke-10 hingga 16 M. ( sumber : Kabar Mojokerto ) 



Dengan ketinggian kurang dari 2.000 Mdpl serta memiliki banyak jalur pendakian, Gunung ini termasuk gunung yang ramah untuk didaki bahkan untuk pendaki pemula sekalipun. Salah satu Jalur pendakian yang sering dilalui selain jalur Trawas adalah jalur pendakian gunung Penangguhan via Jolotundo. Hal yang menarik dari pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo ialah, pendaki akan disuguhkan tentang beberapa situs purbakala peninggalan kebudayaan agama Hindu berupa bangunan candi.


Pos Perizinan-Candi Bayi ( 1 jam )

Awal dari pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo ialah melalui Pos perijian – Candi Bayi. Jangan lupa untuk mengurus perizinan dengan menunjukkan KTP serta membayar biaya masuk. Biaya masuk perizinan Rp. 10.000 ( mungkin biaya ini bisa berubah wewaktu-waktu ). Awal pendakian kita akan melalui jalan setapak dengan vegetasi yang cukup rapat. Dengan jalanan yang cukup menanjak kita akan melewati kawasan dengan pepohonan yang cuku rimbun. Barulah setelah keluar dari kawasan tersebut kita akan menjumpai kawasan terbuka, dimana puncak dan Gunung Bekel terlihat jelas di tempat ini. Kurang lebih 1 jam perjalanan sampailah kita ke Candi Bayi.  

sumber : Ig rendydw


Candi Bayi sendiri merupakan bangunan dengan tatanan batu yang sudah tidak berurutan lagi. Candi ini terletak di ketinggian kurang lebih 800 Mdpl. Terletak di bagian lereng barat dari Gunung Penanggungan dan terdiri dari 2 tumpukan batu. Tidak diketahui secara pasti asal-usul candi ini serta bentuk bangunan utama dari candi ini. Selain itu, arah bangunan candi ini juga tidak diketahui secara pasti. Di Candi bayi selain terdapat batu-batu dengan bentuk balok, juga ditemukan beberapa batu yang memiliki hiasan pelipit horizontal dan pelipit miring.


Candi Bayi - Candi Putri ( 1 jam )

Pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo, dilanjutkan dengan perjalanan ke arah Candi Putri. Memerlukan waktu kurang lebih 1 jam perjalan untuk bisa sampai ke Candi Putri dengan melewati arah ke jalur kiri yang konon merupakan jalur lahar letusan terdahulu. Candi Putri sendiri merupakan candi terbesar dari keseluruhan peninggalan sejarah di Gunung Penanggungan serta terletak tepatnya di bukit Bekel. 

Candi Putri
Candi Putri sumber : Ig Al_Davinci


Bila rekan-rekan telah sampai di Candi Putri, rekan-rekan bisa melihat struktur candi berupa punden berundak  sebagai ciri khas candi di tanah Jawa khususnya di wilayah Jawa Tengah-Yogyakarta dan sebagian di Jawa Timur. Candi Putri berada pada ketinggian 975 meter di atas permukaan laut. Candi Putri memilik empat bagian teras dengan bahan keseluruhan terbuat dari batu andesit. Di kawasan Candi Putri terdapat area yang bisa kita gunakan setidaknya untuk mendirikan 2 tenda.


Candi Putri - Candi Pura ( 10 menit )

Setelah melewati Candi Putri, perjalanan dilanjutkan menuju ke Candi Pura. Letak candi ini tidaklah jauh dari Candi Putri serta hanya memerlukan waktu berkisar 10 menit perjalanan. Candi Pura sendiri merupakan candi yang kini sudah tidak berbentuk lagi. Berbeda dengan Candi Putri serta Candi Bayi yang masih bisa kita jumpai bentuk utamanya.



Candi Pura - Candi Gentong ( 20 menit )

Setelah melalui Candi Putri, perjalanan dilanjutkan menuju pos selanjutnya yakni Candi Gentong. Membutuhkan waktu berkisar 30-40 menit untuk sampai di Candi Gentong. Sebelum sampai di Candi Gentong pendaki akan melalui sebuah pura. Candi Gentong sendiri merupakan sebuah situs peninggalan berupa sebuah tempat untuk meletakkan sesaji serta sebuah gentong yang terbuat dari batu andesit. Beberapa kerusakan terlihat di tempat untuk meletakkan sesaji.


Bila beruntung, beberapa ceruk di candi ini terkadang sedikit air. Air tersebut berasal dari air embun yang terkumpul menjadi di satu tempat. 



Candi Gentong - Candi Sinta ( 10 menit )

Perjalanan pendakian Gunung Panderman via Jolotundo dilanjutkan menuju ke arah Candi Sinta. Candi Sinta merupakan peninggalan candi terakhir yang bisa kita temui. Dilihat dari strukturnya Candi Sinta mempunyai bentuk bangunan utama berupa punden berundak. 


Sama seperti bangunan-bangunan lainnya, Candi Sinta juga mengalami banyak kerusakan hampir di sebagian besar bangunannya. Batu-batuan besar berupa bat dengan bentuk balok serta batuan utuh dapat kita temukan di tempat ini.




Candi Sinta - Lapangan ( 1,5 - 2 jam ) 

Perjalanan dilanjutkan menuju ke arah padang rumput yang cukup luas dan biasa digunakan para pendaki sebagai tempat untuk ngecamp atau mendirikan tenda atau biasa disebut juga sebagai lapangan. Menuju area inilah perjalanan yang paling berat karena selain membutuhkan waktu yang cuup lama, berkisar 1,5-2 jam perjalanan, pendaki juga dihadapkan dengan trek yang lebih menanjak dibandingkan dengan area yang lain. 



Di tempat ini pulalah pepohonan mulai jarang sehingga tempat ini merupakan tempat yang ideal untuk mendirikan tenda. Di lapangan ini pulallah puncak dari gunung Penanggungan sudah dapat terlihat jelas serta hanya membutuhkan waktu berkisar 10 menit perjalanan. Di perjalanan menuju ke lapangan terdapat beberapa candi yang ditemukan sudah dalam keadaan rusak serta menyisakan batu-batu yang sudah tidak lagi beraturan. 


Lapangan - Puncak Gunung Penanggungan ( 10-15 menit )

Perjalan terakhir adalah menuju puncak Gunung Penanggungan. Hanya memerlukan waktu berkisar 10-15 menit dari lapangan untuk bisa sampai ke Gunung Penanggungan. Puncak Gunung Penanggungan merupakan lahan yang cukup luas yang sedikit ditumbuhi rerumputan. 



Di puncak Gunung ini pulalah kita bisa melihat kota-kota di sekitarnya yakni Kota Pasuruan, Kota Surabaya, Sidoarjo serta Mojokerto. Selain itu, beberapa puncak gunung juga terlihat di Puncak Gunung Penanggungan yakni Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.   

Estimasi perjalanan pendakian Gunung Penanggungan Via Jolotundo


  1. Pos Perizinan-Candi Bayi ( 1 jam )
  2. Candi Bayi - Candi Putri ( 1 jam )
  3. Candi Putri - Candi Pura ( 10 menit )
  4. Candi Pura - Candi Gentong ( 20 menit )
  5. Candi Gentong - Candi Sinta ( 10 menit )
  6. Candi Sinta - Lapangan ( 1,5-2 jam ) 
  7. Lapangan - Puncak Gunung Penanggungan ( 10-15 menit )


Tips Mendaki Gunung Penanggungan via Jolotundo

  1. Lakukan persiapan fisik sebelum melakukan pendakian. 
  2. Perlu kita ketahui bersama bahwa di sepanjang jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo tidak terdapat mata air, oleh karenanya wajib bagi para pendaki untuk membawa air dalam jumlah yang cukup. 
  3. Di sepanjang jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo terdapat banyak situs peninggalan sejarah. Olah karena wajib bagi kita untuk menjaga serta tidak merusak peninggalan yang ada.
  4. Informasi tempat ngecamp yang paling ideal berada di lapangan atau area sebelum puncak Gunung 
  5. Jagalah kelestarian lingkungan, bersikap sopanlah terhadap masyarakat sekitar.
Itulah sedikit informasi mengenai jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jolotundo. Jalur ini merupakan jalur yang kaya akan situs peninggalan sejarah serta memiliki waktu tempuh relatif lebih lama bila dibandingakan dengan jalur lainnya. Apabila pendaki ingin cepat sampai ke puncak Gunung Penanggungan disarankan melalui jaur pendakian via Trawas atau jalur selatan.  

0 Response to "Jalur pendakian gunung Penanggungan via Jolotundo, jalur penuh peninggalan sejarah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel