Tips agar kita tidak tersesat di gunung??!! Pahami ini sebelum kamu mendaki gunung

Gunung agaknya menjadi candu tersendiri bagi siapa saja yang sudah pernah mendaki dan menjamahnya. Keindahan alamnya dan suasananya yang asri seolah menjadi magnet bagi pendaki untuk kembali menyambangi kawasan pegunungan dengan segala isinya. Akibatnya, kini banyak sekali pendaki-pendaki yang nekat melakukan pendakian tanpa kemampuan survival yang cukup. Beberapa dari mereka tidak sadar akan bahaya yang bisa saja terjadi saat kita mendaki gunung.  Bahaya akan adanya badai serta akan adanya petir bisa saja kita temui. Terlebih jika kita melakukan pendakian di musim penghujan.

Berbicara mengenai bahaya mendaki gunung, ada satu bahaya lainnya yang seringkali mungkin tidak disadari oleh kalangan pendaki yakni bahaya tersesat di gunung. Ada banyak sekali cerita dan kasus tersesat di kalangan pendaki. Kasus tersesat di gunung bisa terjadi karena beberapa faktor, selain oleh faktor alam juga seringkali dipengaruhi oleh faktor kekompakan tim pendakian. Beberapa korban kasus tersesat berhasil ditemukan dengan keadaan selamat, namun ada juga korban yang ditemukan sudah dengan keadaan tidak bernyawa. Salah satu korban tersesat di gunung yang diketemukan dalam keadaan selamat setelah berhari-hari hilang di gunung Rinjani adalah Siti Mariam.




" Dilansir dari radarlombok.co.id Siti Mariyam pendaki asal Jakarta tersesat selama 3 hari lamanya di Gunung Rinjani. Awalnya dia bersama rombongannya bermaksud turun dari kawasan puncak Gunung Rinjani karena cuaca di kawasan puncak gunung tidak kondusif. Naas, karena ingin BAK di semak-semak, Siti Mariyam terperosok ke daerah tebing dan memaksanya terpisah dari rombongannya. Selama 3 hari dia tidak makan dan tidak minum. Setelah melakukan perjalanan 3 hari lamanya tanpa menggunakan alas kaki dan setelah melewati beberapa tebing curam, akhirnya Siti Mariyam berhasil mendapatkan pertolongan oleh penggembala sapi dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk segera mendapatkan perawatan "




Kasus di atas adalah salah satu contoh kasus pendaki yang tersesat di gunung dan berhasil selamat setelah melakukan berbagai upaya. Beruntunglah karena pendaki tersebut berhasil menemukan penggembala sapi yang akhirnya membawanya ke Sembalun untuk mendapatkan pertolongan. Dari pengalaman Siti Mariyam yang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani dan tersesat selama 3 hari lamanya. Kita bisa belajar mengenai pentingnya sebuah kekompakan tim, penguasaan medan serta kemampuan survival yang baik selama melakukan pendakian gunung. Namun apabila hal tersebut tetap saja terjadi pada kita, apa yang bisa kita lakukan ? Apa yang harus kita lakukan ketika kita tersesat di gunung??!! 


Sebelum melakukan pendakian

Pastikan kita memberi tahu kemana, kapan dan sampai kapan kita akan pergi baik itu kepada orang tua maupun saudara kita di rumah. Hal ini dilakukan agar apabila kita tidak kunjung kembali pulang, ada orang yang mengetahui kemana kita pergi. Pelajari tentang rute pendakian, serta faktor-faktor yang kemungkinan akan menjadi penyulit kegiatan pendakian. Periksa ramalan cuaca dan pastikan kita memiliki telepon yang terisi penuh dengan nomor kontak darurat di dalamnya yaitu pihak penyelamat saat di gunung. Perlengkapan navigasi seperti peta dan kompas wajib dibawa serta kita wajib mengatahui cara penggunaannya.


Saat melakukan pendakian  

Selama melakukan pendakian, terusalah berjalan dan temukanlah pos demi pos sesuai dengan peta yang tertera di jalur pendakian yang kamu bawa. Meskipun terkesan aneh bagi pendaki lainnya, biasakan untuk seringkali menoleh ke belakang, melihat rute pendakian yang telah kamu leawati. Hal ini akan membantu kita membiasakan rute kembali ke tempat aman. Jika kita memiliki kamera, tidak ada salahnya kita mengambil beberapa foto selama dalam perjalanan, gunakan lengan kita untuk mengarahkan arah mata angin. Hal ini akan membantu kita mengenali rute pulang nanti. Namun jika kita masih khawatir tidak dapat menemukan jalan pulang, buatlah beberapa anak panah di tanah dengan bebatuan dan ranting yang longgar. Pastikan kita menghancurkan ini dalam perjalanan pulang.

Jika kita tersesat di gunung

Salah satu kunci utama saat kita mengalami tersesat di gunung adalah "jangan panik". Karena rasa panik dapat memicu tindakan-tindakan lainnya yang justru akan menambah buruk situasi. Ikutilah panduan STOP !!!
  1. STOP ( Berhenti ). Saat kita menyadari diri kita tersesat serta tidak berada di jalur yang semestinya, sebaiknya kita berhenti. Karena apabila kita terus berjalan kita akan semakin panik serta akan lebih tersesat jauh lagi. Lebih baik kita menenangkan diri sebentar dan mengambil makanan atau minuman bekal kita agar diri kita lebih rileks dan bisa berfikir dengan jernih.
  2. Think ( Pikirkan ). Setelah berhenti melangkah, tindakan selanjutnya apabila kita tersesat di gunung adalah pikirkanlah bagaimana cara kita bisa sampai di tempat kita saat ini. Tanda-tanda apa yang terakhir kita lihat serta arah mana yang terakhir kita tuju. Seperti halnya yang sudah kami jelaskan sebelumnya, pentingnya kita mengambil gambar jalur pendakian baik itu melalui kamera atau ponsel yang kita gunakan. Melalui gambar yang ada, kita bisa mengetahui tanda-tanda alam apa yang terakhir terekam. Hal ini untuk menemukan kembali jalur pendakian yang kita lewati.
  3. Observe ( Amati ). Langkah selanjutnya adalah amati. Kita bisa mengamati daerah sekeliling kita. Apakah puncak atau lembah terlihat dari daerah tempat kita berdiri serta kita bisa melihat pergerakan matahari untuk menentukan arah mata angin.  
  4. Plan ( Rencana ). Jangan bergerak sampai kita memiliki rencana yang matang. Kita bisa saja mencari bantuan dengan membuat sinyal untuk mencari bantuan baik itu menggunakan suara maupun membakar sesuatu guna mendapatkan asap. Periksa sinyal telepon. Jika tersedia sinyal maka anda dapat menggunakannya. Jika Anda memiliki benda terang, keluarkan karena akan memudahkan penyelamat menemukan Anda. Jika Anda cukup percaya diri, Anda mungkin ingin mencoba dan menelusuri kembali rute yang telah anda lalui.  Selain itu pertimbangkanlah pula waktu. Bila hari mulai gelap, pikirkanlah untuk mendirikan tenda atau bivak. Carilah tempat berlindung yang akan menjauhkan anda dari hujan dan angin sebelum hari terlalu gelap 


Tips menginap di malam hari

  1. Temukan tempat berlindung yang aman dan akan menjauhkan anda dari hujan dan angin sebelum hari menjadi terlalu gelap.
  2. Gunakan lapisan tambahan untuk menghindari hipotermia. Perhatikan prinsip layering system. 
  3. Jangan tidur di samping sungai karena suara gemercik air mungkin akan menganggu kita apabila penyelamat datang mencari kita.
  4. Buatlah api kecil yang mudah dikendalikan. Hal ini tidak hanya memberi kita sedikit kehangatan tetapi juga asap yang dihasilkan dapat memberi sinyal untuk meminta bantuan.
  5. Buat tanda HELP atau SOS dengan batu di tempat terbuka. Ini akan membuat kita lebih terlihat dari udara.
  6. Gantung item kit berwarna-warni dari cabang pohon di sekitar kita. Ini akan memudahkan penyelamat untuk menemukan diri kita.

Tips agar tidak tersesat saat di gunung

Meskipun saat ini para pendaki gunung sudah dibekali dengan peralatan yang canggih dan gunung-gunung sudah disediakan tanda arah namun kasus tersesat di gunung masih saja terjadi. Penyebabnya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bisa karena faktor alam maupun kesalahan pendaki itu sendiri. Untuk mengantisipasi agar pendaki tidak tersesat di gunung, berikut ini Ruang Pendaki merangkum tips agar kita tidak tersesat di gunung. Berikut ulasannya : 

1. Jangan Takabur, ingatlah akan kemampuan diri serta kondisi alam. Banyak pendaki nekat melakukan pendakian dalam kondisi yang sangat capek. Hal ini tentu saja membuat seorang tidak hati-hati. Akibatnya bisa saja seorang pendaki terperosok ke dalam jurang, atau tanpa disadari keluar jalur pendakian. Selain itu, cuaca yang ekstrim seringkali disepelekan oleh pendaki. Beberapa tahun silam ada pengalaman mengenai pendaki yang tersesat di Gunung Sindoro karena pandangan terhalang oleh kabut yang sangat tebal.  Dalam kondisi tersebut sebaiknya kita sebisa mungkin beristirahat dengan mendirikan bivak sampai dengan kabut hilang. Apabila kita memaksakan diri kita berjalan dengan jarak pandang minimal, bisa saja kita tersesat, keluar jalur pendakian.
2. Jagalah kekompakan tim. Belajar dari kasus Siti yang tersesat saat mendaki Gunung Rinjani, dengan menjaga kekompakan tim pendakian, maka kasus tersesat di gunung bisa kita minimalisir. Dalam sebuah tim, masih saja kita temui pendaki dalam kondisi kelelahan yang enggan meminta waktu untuk beristirahat karena mungkin gengsi atau takut merepotkan tim yang lainnya. Akibatnya seringkali beberapa anggota yang tercecer di belakang dan beresiko tersesat apabila terpaut jauh dari leader tim pendakian.
3. Gunakanlah guide. Jasa guide maupun porter banyak kita temukan di basecamp pendakian. Dengan menyertakan seorang guide dalam pendakian bisa membantu kita menentukan dan melewati jalur pendakian dengan mudah. Namun konsekuensinya kita terkadang harus bisa mengimbangi kecepatan langkah guide serta memerlukan biaya tambahan untuk menggunakan jasanya.
4. Berhati-hatilah saat perjalanan turun. Kasus tersesat di gunung banyak terjadi saat perjalanan turun. Hal ini mungkin saja dikarenakan saat perjalanan turun lebih cepat dibandingkan dengan naik serta kita tidak berhati-hati saat memilih jalur. Kasus tersesat saat perjalanan turun banyak terjadi di Gunung Semeru yakni zona blank 75.

Itulah beberapa tips serta panduan agar kita tidak tersesat saat melakukan pendakian. Jadilah pendaki yang bijaksana dengan mempersiapkan segala sesuatu pendakian dengan rencana yang matang serta pikirkan beberapa resiko yang mungkin akan terjadi terutama saat dirimu berada di gunung. Semoga artikel ini bermanfaat, salam.

0 Response to "Tips agar kita tidak tersesat di gunung??!! Pahami ini sebelum kamu mendaki gunung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel